SERBA SALAH JADI ORANG AWAM (Njaluke kepiye?)



01. "Masak memberikan ucapan selamat Natal ke teman saya aja gak boleh, padahal aku gak ikut2an merayakannya kok, jadi yang boleh apa ???"

02. "Ya udah, kalo gak boleh mengucapkan selamat Natal, mendingan merayakan Tahun baru aja dech.."

03. "Haaah ??!! Merayakan tahun baru juga gak bolehh ???? Katanya itu hari rayanya orang nasrani ?? Jadi yang boleh apa donk ??? Ya udah, kalo gak boleh juga, aku gak akan merayakannya. Aku cuman niup terompet aja di malam tahun baru.."

04. "Nah lhooo ??! Niup terompet juga gak boleh ?? Katanya itu tasyabbuh (mengikuti) orang yahudi.. Hhmm... Ini salah, itu salah, ya udah, aku merayakan tahun baru islam saja yaitu tahun baru hijriyah, gak salah lagi dah, hehe.."

05. "Busyet daaaah !!? Merayakan tahun baru islam juga gak boleh ????? Katanya itu mengada-ada dan tidak pernah dilakukan Nabi sama Sahabat2nya. Koq jadi serba salah semuanya ??!! Jadi yang benar apa donk ???? Ok, kalo merayakan tahun baru islam gak boleh, aku akan merayakan hari rayanya umat islam aja, yaitu hari raya idul fithri, kebangetan kalo gak boleh juga !! Aku akan takbiran konvoi keliling kota sambil pukul beduk di hari raya itu !!!"

06. "Jreeeennggggg ?????? Gak boleh juga ???? Koq semuanya serba gak boleh ??? Ini gak boleh, itu gak boleh, mana yang benar ??? Koq susah amat mau beramal aja. Entar aku gak mau beramal sama sekali lho !!!!"

(Maaf saudara2, nomornya diloncatin ya, hehe..)

99. "Alhamdulillah.. Setelah aku banyak menuntut ilmu, akhirnya aku tahu sekarang mana yang benar dan mana yang salah.. Inilah hidayah dari Allaah, sehingga aku bisa merasakan manisnya iman.. Aku sekarang tahu kenapa dulu aku gak boleh beramal ini dan itu.. Aku sekarang tahu kenapa gak boleh konvoi dan takbiran keliling kota, kita cukup merayakannya dengan sederhana saja sesuai syari'at. Masyaa Allaah, ternyata Islam itu sederhana kok, tinggal nurut dan ikut aja sama tuntunan shahiih. Inilah hikmahnya jika kita banyak menuntut ilmu yang syar’i dan sesuai sunnah.. Padahal agama ini sangat mudah jika kita mengetahuinya."

Allaah subhanahu wa ta’ala berfirman :

“Katakanlah: ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (Az-Zumar:9).

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

“Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan padanya, maka dia akan dipahamkan/difaqihkan dalam (urusan) agama.” (HR. Bukhari )

Hanya pada Allaah kita memohon petunjuk..

[Taken from : Abu Fahd]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar