Antara Kucing , Toksoplasma Dan Wanita, Bahayakah?

Pertanyaan:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Dok, saya memiliki kucing 2 ekor yang dianggap sbg parasit sbg pencetus toksoplasma, saya sudah banyak baca literatur mengenai toksoplasma, tapi banyak pihak yg selalu menyalahkan kucing!! Saya tidak akan membuang kucing saya sampai ada hadist yg mengatakan “HARAM” Krn saya pernah membaca bahwa Rasulullah mengatakan bhw kucing adalah perhiasan u/ keluarga & Beliau memiliki peliharaan seekor kucing Mohon penjelasannya dok, beserta dgn dalil2nya Terimakasih
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Jawaban:

Toksoplasmosis disebabkan oleh bakteri toksoplasma gondii. Umumnya tidak terlalu berbahaya akan tetapi bagi bayi jika terkana maka akan berbahaya dan bisa menyebabkan pernyakit salah satunya hidrocephalus (cairan otak tersumbat sehingga kepala akan membesar)
Memang benar, bisa dibilang penularan toksiplasma melalui kontak langsung dengan kucing resikonya kecil. Karena tidak semua kucing membawa bakteri ini. Kemudian manusia tertular bakteri toksplasma melalui daging yang dimasak setengah matang, atau mentah, bahkan juga sayuran mentah yang tidak dicuci bersih dan bisa menular melalui tangan yang kotor setelah menyentuh kucing yang mungkin pada kucing tersebut ada bekas kotoran kucing. Kemudian tangan secara tidak sadar menyentuh muka, telinga dan mulut sehingga menular.
Oleh karena itutidak perlu takut memelihara atau menyayangi kucing asal dapat menjaga kebesihan dan kesehatannya.
Bagi wanita hamil memang beresiko bagi janinnya. Karena mungkin bagi sang ibu tidak terlalu parah penyakit ini akan tetapi bisa beresiko besar terhadap janin dan bayi. Maka jika sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil lebih baik bagi anda menjauhi kucing untuk sementara karena agar lebih aman.

Jika anda masih ingin memelihara kucing, maka sebaiknya anda benar-benar menjaga kesehatan, daya tahan tubuh dan kebersihan. Berikut tips aman ketika memelihara kucing.
-latihlah kucing agar buang kotoran ditempat yang disediakan dan segera buang kotoran tersebut. Gunakan sarung tangan dan bersihkan segera

-sebaiknya beri makanan sendiri, jangan biarkan kucing mencari makanan yang kotor dan tidak jelas di luar
-hindari dapur dan meja makan anda dari sentuhan kucing dan jauhkan
-cucilah tangan selalu memegang dan bermain dengan kucing
-hati-hati juga tidur dengan kucing anda, sebaikya kucing punya kandang khusus
Memelihara kucing memang mubah bukan haram atau makruh hukumnya. Bahkan ada penegasan bahwa kucing bukan najis

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّهَا مِنَ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ
“Kucing ini tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita. ” (HR. At Tirmidzi, shahih)
Dijawab oleh: dr. Raehanul Bahraen
Artikel www.kesehatanmuslim.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar