Bila orang yang mencintaimu memutuskan untuk pergi meninggalkan dirimu dan engkau tau kepergiannya untuk orang lain.
BERSYUKURLAH karena akan datang orang lain yang cintanya lebih besar
dari dia yang dulu mencintaimu dan memutuskan pergi darimu.
IKHLASKANLAH karena meski di hadapanmu dia sudah baik tapi belum tentu dia yang TERBAIK untukmu.
BERSABARLAH kerana yang sempurna dari yang tersempurna akan dihadirkan
untukmu yaitu orang yang memang ditakdirkan untukmu dengan izin Allah.
HENTIKAN TANGISMU karena tahukah ketika engkau menangisinya? Dia sedang
berada dipelukan orang yang ia pilih menjadi pendampingnya dan
sesungguhnya air matamu bukanlah untuk orang yang tepat air matamu jatuh
sia-sia bukan?
SEMANGATLAH menantikan dia yang memang baik
bukan hanya di hadapanmu tapi juga baik di hadapan ALLAH AZZA WA JALLA
yang akan membangun puing-puing kehancuran hatimu .
By: Ust. Hizbul Majid Al-Jawi
muslim.or.id
1. ABBAD NAILUN NABHAN
Laki-laki yang tekun beribadah dan mendapatkan kemuliaan
2. ABDU ARIQIN HALIM
Seorang hamba yang berbudi baik dan lembut
3. ABDUH HUBBU SYARIF
Hamba Allah yang mencintai kemuliaan
-
4. ABDUL LATIF ABBASY
Hamba Allah yang lembut dan rajin berusaha
-
5. ABU DZAR AL-GHIFARI
Anak laki-laki yang selalu memaafkan bagaikan debu yang beterbangan
-
6. ADLIE FAIRUZ
Anak laki-laki yang adil semulia batu piruz
-
7. AFFAN NUR MAJID
Pendaki cahaya kemuliaan
-
8. AFIF FIRDAUS
Laki-laki yang menjaga kesucian diri semoga menjadi penghuni Surga Firdaus
-
9. AFIF KHALAF FAITH
Anak baik yang memiliki harga diri seperti pemimpin
-
10. AHMAD GHOZALI KHAIRI
Prajurit yang terpuji dan memiliki kebaikan
-
11. AKHDAN LATIF AZIZAN
Sahabat yang lembut dan mulia
-
12. AKMAL LATHIF KHALIFAH
Pemimpin yang sempurna dan lembut
-
13. ALFIAN RIZQIE MUTHA
Seribu rezeki yang didermakan
-
14. ALIF ZIYAD
Lembut dan ramah adalah suatu kelebihan
-
15. ALIM RIZQI ZUHDI
Rendah hati dan suka memberi ilmu
-
16. ARIEF FAITH GHAFAR
Pemimpin yang bijaksana dan suka memaafkan
-
17. ARIFIN FARHAN RAIF
Sang penyayang adalah orang yang bijaksana dan gembira
-
18. ARKAN SAID RAMADHAN
Bulan Ramadhan yang penuh dengan kemuliaan dan kebahagiaan
-
19. ASYAM ARIFIN
Pemimpin mulia adalah orang yang bijaksana
-
20. ASYRAF RASYID QUTHB
Pemimpin yang mendapatkan petunjuk lebih mulia
-
21. ATAYA RAFIQ
Hadiah, petunjuk dari teman akrab
-
22. ATHA RASYID RIZQI
Kebaikan yang memberikan kita petunjuk
-
23. AUFA RIJAL RAIS
Anak laiki-laki yang tepat untuk menjadi pemimipin
-
24. AZIZUL RASYAD
Petunjuk yang kuat
-
25. AZMI HAIL
Keteguhan hati yg luar biasa
-
26. BADAR TAMIM
Bulan purnama yang memiliki daya cipta sempurna
-
27. BADRANI WASIM
Dua bulan purnama yang rupawan
-
28. BADY RAMADHAN
Bulan ramadhan yang terlihat nyata
-
29. BAHIR BATHLATHUN EL-BASIL
Pemuda rupawan dan pahlawan yang pemberani
-
30. BAHIR SHIRAJ ADDIEN
Pelita agama yang bersinar terang
-
31. BAHTIAR JEFRY HUSNI
Tanah perdamaian yang kaya dan indah
-
32. BAIT AL-QARIS QURRATAAIN
Rumah yang sangat sejuk dan sedap dipandang mata
-
33. BAKRIE MUNIR JAUHAR
Permata yang bersinar di pagi hari
-
34. BANI KHAFID
Keturunan laki-laki penghafal Al-Qur’an
-
35. BANU MIBRAS NAUFAL
Putra pemberani dan dermawan
-
36. BARIE GHANDUR HABIBULLAH
Pemuda tampan dan cerdas kekasih Allah
-
37. BARIQ KHALAF MAHDY
Anak yang baik yang mendapat hidayah dan cahaya
-
38. BASAM ADIS MAAJID
Senyuman anak laki-laki yang mulia
-
39. BUKHARI JAWAD KAMIL
Anak laki-laki yang pemurah dan sempurna seperti Imam Bukhari sang perawi Hadits
-
40. BURHAN SHABIR SHABRI
Orang yang tabah dalam menghadapi rintangan adalah bukti kesabaran
-
41. BUSTAN EL-RAIHAN MAHFUZH
Pohon yang wangi dan terpelihara di taman
-
42. DAFFA IBNU HAFIDZ
Anak laki-laki yang memelihara sesuatu dan memiliki pertahanan diri
-
43. DAHLAN ZAINUL ARIFIN
Orang yang baik, bijaksana dan memiliki kelebihan
-
44. DAI RIJAL EL-RAFIF
Anak laki-laki pejuang dakwah yang berakhlak baik
-
45. DANY FAYYADHI ZHAFAR
Orang yang dekat dengan kemenangan yang mulia
-
46. DARIS TAMIM SADAD
Pelajar yang memiliki daya cipta yang sempurna dan bertindak tepat
-
47. DARU SYARIF FIRDAUS
Orang yang terhormat dan mulia memiliki tempat yang damai di surga
-
48. DARY MUHADZDZIB
Orang yang bijaksana dan memiliki akhlak terpuji
-
49. DHAWY TAJUDDIN SAFAR
Mahkota agama yang bersinar di bulan Safar
-
50. DHIRGHAM HAIDAR ARHAB
Singa pemberani yang berfikir tajam
-
51. DZAKIR KHAFADI
Penghafal Al-Qur'an yang memiliki daya ingat kuat
-
52. DZAKWAN TAJUSA
Mahkota segala raja yang harum semerbak
-
53. DZAKY ALMAIR JAMIL
Pangeran yang tampan dan cerdas
-
54. FAAL HASAN ISMAM
Suami setia yang tampan dan suka bekerja
-
55. FADHIL SAADI ZAHID
Anak laki-laki yang mulia, bijaksana dan rendah hati
-
56. FADHIL YAQDAN NASRULLAH
Orang yang terjaga kebaikannya akan mendapat pertolongan Allah
-
57. FADHIL YAQDAN NASRULLAH
Orang yang terjaga kebaikannya akan mendapat pertolongan Allah
-
58. FAHMI AMMAR
Anak laki-laki yang memiliki pemahaman dan keimanan yang kuat
-
59. FAIRUZ EL-BAHRIE IZDIHAR
Sungai permata yang berkilau
-
60. FAISAL KHALIL
Sahabat yang dapat dipercaya sebagai pemisah yang benar dan yang salah
-
61. FAITH SYUJA RUSYDI
Pemimpin pemberani yang menunjukan jalan yang lurus
-
62. FAIZ JUNAIDI
Tentara yang menang
-
63. FAKHRIE ZHAFRAN KHAIRY
Kebanggaan orang yang menang dalam kebaikan
-
64. FALAH ASSAHIB RAHMAT
Teman yang beruntung dan mendapat kasih sayang Allah
-
65. FAQIH KHAIRY RAHMAN
Ahli fiqih yang banyak memiliki kebaikan dan kasih sayang
-
66. FARID ATALLAH
Karunia Allah yang tidak ada bandingnya
-
67. FATHAN AL-MAISAN ZHAFAR
Bintang pembuka kemenangan
-
68. FAYI RIJAL SHABUHA
Laki-laki yang harum wajahnya berseri-seri
-
69. FIKRI NAKHLA RAFIE
Orang besar dan pandai yang memiliki cita-cita tinggi
-
70. GHAFAR ARIEF
anak laki-laki yang suka memaafkan dan bijaksana
-
71. GHALY SAAD RIFAI
Anak laki-laki yang berharga, bijaksana dan tinggi martabatnya
-
72. GHANY YAZID KHAIRY
Kekayaan yang semakin bertambah adalah kebaikan
-
73. GHAZALY DZAKIR
Daya ingat yang kuat secepat kijang
-
74. GHAZY GHALIBIE
Prajurit yang menang
-
75. GHUFRON SAJADI TAISIR
Anak laki-laki yang bersujud kepada Allah mendapat pengampunan dan kemudahan
-
76. HAFIDZ RAFIE RABBANI
Kedudukan tinggi yang terpelihara karena Allah semata
-
77. HAIDAR SAADI
Singa yang bijaksana
-
78. HAIL QURUNUL BAHRI
Mutiara laut yang luar biasa
-
79. HAMDANI KHAFIE NAJIH
Pujian yang tersembunyi sebagai anugerah sebuah petunjuk
-
80. HANIF ABBAD
Muslim yang teguh dan tekun beribadah
-
81. HARIS ATHA
Kerinduan adalah sebuah anugerah
-
82. HARUN ABDURRAHMAN
Semoga seperti Nabi Harun hamba dari Allah yang maha pengasih
-
83. HAUZAN IRHAB NABIL
Manusia yang berfikir tajam dan terhormat
-
84. HAZIM ZHAFRAN
Orang yang menang adalah yang berkemauan keras
-
85. HELMI YAQDHAN
Orang yang sabar dan berakal dan selalu terjaga
-
86. HILAL ABIYU JAMAIL
Bulan sabit yang indah dan mulia
-
87. HUDA MAHDY ASSAJID
Orang yang bersujud kepada Allah akan mendapat hidayah dan petunjuk
-
88. HUMAM ZADA
Anak laki-laki yang pemberani dan beruntung
-
89. IFAT AS-SYARIF
Orang yang terhormat dan mulia yang senantiasa menjaga diri
-
90. IHSAN JALALUDDIN
Kebajikan dan keluhuran agama
-
91. IKHWAN MARUF YAFIE
Laki-laki baik yang tinggi dan terhormat
-
92. ILHAM AYADI
Isyarat yang baik dari sesuatu yang dapat menguatkan
-
93. IMRAN MAMUN
Pemimpin yang dipercaya
-
94. IQBAL ARKAB GHAFUR
Anak laki-laki yang sejahtera dan memiliki hati yang lapang serta suka memaafkan
-
95. IRFAN YUSRAN
anak laki-laki yang memiliki pengetahuan dan kekayaan
-
96. ISMAT YAQDHAN
Anak laki-laki yang terjaga kekuatannya untuk mejauhi maksiat
-
97. ISTADZ MUNIB
Guru yang berada di jalan Allah
-
98. ISTAHAL NAKHLAN RAKANI
Bagian yang dikehendaki orang besar dan pandai adalah kemuliaan
-
99. ITAF ZAHRANI
Pedang yang berkilau
-
100. IZAZ SYAKIB
Kecintaan yang memberikan kebaikan
-
101. IZAZ SYAKIR TABLIG
Kecintaan dan rasa syukur seseorang dengan mensyiarkan Islam
-
102. JABAR ASYAMIE
Pemimpin mulia yang memiliki kekuatan dan kekuasan
-
103. JABIR FAKHRUDDIN
Pembaharu yang agung sebagai kebanggaan agama
-
104. JAFAR SHAFWAN FIRDAUS
Bagaikan sungai yang jernih di surga Firdaus
-
105. JALIL SYARIF FAWWAZI
Laki-laki terhormat yang memiliki kekuasaan besar dan keberuntungan
-
106. JAMAL JAWAHIR
Permata-permata yang indah
-
107. JAMALUDDIN FARID
Keindahan agama yang tidak ada bandingnya
-
108. JAMHURI TSAQIEB
Ilmuan yang cerdas
-
109. JAMIL ALAWI QODAMA
Semoga seperti keturunan Ali bin abi Thalib yang tampan dan pemberani
-
110. JAWAD KHALAF HUBBAN
Anak baik yang pemurah dan penuh cinta kasih
-
111. JAWAHIR BARRAQ ASYRAF
Permata-permata yang lebih mulia dan berkilauan
-
112. JUNAID ASLAM
Tentara yang selamat
-
113. JUNAID MAULANA RAFIF
Tentara yang dihormati karena berakhlak baik
-
114. KAFIE EL-AZZAM
Kemauan kuat yang sempurna
-
115. KAMAL IZZUDDIN BAHAR
Kesempurnaan dan kemulian agama yang berkilauan
-
116. KAMIL AHSAN EL-JUNDI
Prajurit yang sempurna kebaikannya
-
117. KAMIL MUHYIDDIN
Anak laki-laki yang sempurna menghidupkan agama
-
118. KAZHIM ZAINAL ARIEF
Orang yang dapat mengekang amarah, baik dan bijaksana
-
119. KHAFID NUMAN RIFAI
Laki-laki penghafal Al Qur’an sebagai anugerah hidup yang tinggi
-
120. KHALIL ZAYAN
Sahabat yang dapat dipercaya sangat elok wajahnya
-
121. KHALIQ JUNAIDI AKMAL
Pencipta prajurit yang lebih sempurna
-
122. KHALIQ NAJAMUDDIN ZUHDI
Bintang agama yang menciptakan kerendahan hati
-
123. KHASYI SALAHUDDIN
Laki-laki yang khusyu dalam sholat dan menegakkan tiang agama
-
124. KHATAM LAAL BARRAQIE
Cincin intan berwarna merah yang berkilauan
-
125. KHIAR KHATAM RAMADHAN
Kebaikan yang diterima di penghujung bulan Ramadhan
-
126. KHIAR NABHAN AL-QUDS
Laki-laki baik yang mulia dan suci
-
127. LAMYA NAJMU ADDIEN
Laki-laki yang berkilau bagaikan bintang agama
-
128. LATHIEF AKMAL EL-AZZAM
Laki-laki yang memiliki kelembutan dan kemauan kuat yang lebih sempurna
-
129. LUAY AKHDAN MAHFUDZ
Kekuatan seorang sahabat yang terpelihara
-
130. LUQMAN HAKIM AYYASI
Mudah mudahan seperti Luqman yang bijaksana dan berumur panjang
-
131. LUTHFIE SAKHI ZAIDAN
Laki-laki lembut yang murah hati dan memiliki banyak kelebihan
-
132. MAHBUB JUNAIDI
Prajurit yang dicintai
-
133. MAJDI BADRANI
Kemuliaan dua bulan purnama
-
134. MAJID FAKHRUDDIN
Anak laki-laki yang berbudi luhur yang merupakan kebanggaan agama
-
135. MALKA SYARIEF FIRDAUS
Tempat bertemunya orang yang mulia dan terhormat adalah di surga Firdaus
-
136. MIRZA UKAIL
Anak laki-laki yang baik dan pandai
-
137. MUHAMI YAFI
Pengacara yang tinggi dan terhormat
-
138. MUHSIN TAMAM
Laki-laki yang berbuat kebaikan dengan sempurna
-
139. MUNADHIL ISMAN HALIM
Suami setia yang menolong dengan penuh kelembutan dan kesabaran
-
140. NABHAN ZULFADHLI
Anak laki-laki yang mulia dan mempunyai banyak kelebihan
-
141. NABIHAN KHALIQ
Anak laki-laki yang mulia dan kreatif
-
142. NABIL FAYADH
Anak laki-laki yang cerdik dan murah hati
-
143. NAJDAT ALTAMIS
Panglima yang pemberani
-
144. NAUFAL AFKAR
Anak laki-laki yang dermawan dan bijak
-
145. NAWAF SYIHABUDDIN YAFIQ
Bintang Agama yang tinggi dan mulia
-
146. NAZRAN SAADUDDIN
Visi agama yang membahagiakan
-
147. NIYAZ KHALIL
Harapan dari seorang sahabat
-
148. NURHAN AFKAR FADHIL
Cahaya raja yang bijak dan utama
-
149. NUWAIR BADRUN
Anak laki-laki yang bagaikan cahaya bulan purnama
-
150. QAID JAMAIL
Panglima perang yang tampan
-
151. QARY AHNAF
Pembaca Al-Qur'an yang memiliki keteguhan iman yang lebih
-
152. QINDI IZZATUL MUNAWWIR
Pelita kemuliaan yang bersinar
-
153. QOWIYYAN AMIN
Ank laki-laki yang kuat dan terpercaya
-
154. QUTHBIE ZAYAN
Pemimipin yang sangat elok wajahnya
-
155. RAFIE AHMAD
Anak laki-laki yang memiliki kedudukan yang tinggi dan terpuji
-
156. RAFIQI HAMLAN
Sahabat yang mandiri
-
157. RAID KHADIM SHALIHAN
Pemimpin sukarelawan yang baik
-
158. RAIF ANAQIE
Sang penyayang yang indah menawan hati
-
159. RAIHAN MAWARDI KHALIS
Air mawarku yang wangi dan suci
-
160. RAMADHAN AHNAF
Bulan Ramadhan yang penuh dengan keteguhan iman
-
161. RAZIQ HANAN
Anak laki-laki yang murah rizeki dan dikasihi Allah
-
162. RIFQIE NADIM UKAIL
Sahabat yang lemah lembut dan pintar
-
163. RIYAD JINAN FAYI
Taman Surga yang wangi
-
164. RUZAIN ANWAR
Tempat yang tentram dan bercahaya
-
165. SABIQ EL-FATHIN
Anak laki-laki cerdas yang terdepan
-
166. SABQIE HAMZAH AZIB
Keutamaanku adalah kebijaksanaan dan kesabaran
-
167. SAFARAZ AKMA FADHIL
Anak laki-laki yang terhormat sebagai pemimpin yang mulia
-
168. SAFWAN HASNAWI
Anak laki-laki dari keturunan mulia yang bersih dan penuh keikhlasan
-
169. SAHLAN IMRAN JAZLI
Anak laki-laki yang memiliki kemudahan budi bahasa dan fasih
-
170. SAID KHAIRUL IKHWAN
Anak laki-laki yang bahagia adalah saudara yang baik
-
171. SAIFUL HADZIQ AFIF
Anak laki yang memiliki kecerdasan yang tajam dan senantiasa menjaga kesucian diri
-
172. SAIFULLAH MUHAIMIN
Pedang Allah yang menjaga dan memelihara
-
173. SAKHI KAFIL HUSAIN
Majikan yang murah hati dan baik
-
174. SHALAHUDDIN WADI
Kebaikan agama yang menentramkan
-
175. SYABIL ZUNNURAIN
Bintang yang mempunyai dua cahaya
-
176. SYABILUL HADDAD MUNIR
Lautan bintang yang bercahaya
-
177. SYAFI ASSYAUQIE
Anak laki-laki pengobat rindu
-
178. SYAFIQ KHAIRY NASYWAN
Anak laki-laki penyayang yang baik dan gembira
-
179. SYAHMI EL-JUNDI BAHAA
Prajurit yang berani dan elegan
-
180. SYAMSI NUR HIDAYAT
Matahariku cahaya petunjuk
-
181. SYAMSUDDIN SYARIF
Matahari agama yang mulia
-
182. SYAMSUL BAHRI ALAFA
Lautan matahari yang mendamaikan
-
183. SYUKRAN ANNAFI
Keyukuran yang memberikan manfaat
-
184. SYUKRIE ATALLAH SHAHIH
Ksyukuranku sebagai karunia Allah yang sempurna
-
185. TAHFIZ ILMAN KHATAB
Ahli pidato yang hafal akan ilmu
-
186. TAHSIN AGHA AFKAR
Anak laki-laki pemimpin yang mampu melakukan perubahan kebijakan
-
187. THARIQ ANWAR KARIM
Bintang fajar yang memancarkan cahaya kemuliaan
-
188. TSABIT HASNAIN HAMLAN
Dua kebaikan yang kokoh dan berdiri sendiri
-
189. TSAMIN FARID ADDIN
Permata agama yang sangat bernilai
-
190. TSANY ASMAR BANU
Putra kedua yang hitam manis
-
191. TUFAIL HARIRI JADID
Kain suteraku yang lembut dan baik
-
192. UKASYA ALIF
Laba-laba yang lembut dan ramah
-
193. ULWAN ASSYAKUR FAWWAZ
Anak laki-laki yang memiliki rasa syukur yang tinggi akan selalu beruntung
-
194. UMAR MUSLIM FAWWAZ
Pemimpin muslim yang selalu beruntung
-
195. UMRAN SAID FAUZAN
Anak laki-laki yang tumbuh dengan penuh kebahagiaan dan kemenangan
-
196. USAID DAFFA NAJID
Singa kecil penjaga yang gagah berani
-
197. USYAIR FAHMI AHSAN
Suami yang pengertian dan baik hati
-
198. WABIL TAMAM ASSADIQ
Anak laki-laki pemurah yang sempurna dan tulus dalam setiap ucapannya
-
199. WAFRIE BANU AKMAL
Kekayaanku adalah anak yang sempurna
-
200. WAHAB ABDULLAH NAFI
Pemberian Hamba Allah yang bermanfaat
-
201. WAHID HUMAM HABIBIE
Singa pertama kesayanganku
-
202. WAHNAN AMIN
Anak laki-laki yang mudah untuk dipercaya
-
203. WALI ADDIN KHALID
Pembela agama yang setia
-
204. WALID RIJAL SABAT
Anak laki-laki yang dilahirkan di hari ke tujuh
-
205. WALIDAN AMIN
Anak laki-laki yang dapat dipercaya
-
206. WARDIE MABKHUT
Bunga mawarku yang penuh dengan keberuntungan
-
207. WASHIF EL-HAMAM
Anak laki-laki yang memiliki karakter yang unik dan ambisi yang kuat
-
208. WAZIFUL KHALIL
Anak laki-laki kesayangan yang tekun dan gigih
-
209. WAZNI HAKAM
Haikim bijaksana yang menimbang secara adil
-
210. YAALA FARID BAHAR
Kemuliaan batu permata yang berkilau
-
211. YAFIQ ANNADIM RAFIF
Pendamping yang mulia dan berakhlak baik
-
212. YAQDHAN RAKHA ASSAID
Anak laki-laki waspada yang memiliki kehidupan yang enak dan bahagia
-
213. YASYKUR ARIEF
Anak laki-laki yang pandai bersyukur dan bijaksana
-
214. YAZDAN SHAHIB RAKI
Belas kasih sahabat yang menundukkan kepala
-
215. YAZID SYARIEF UMRAN
Anak laki-laki yang bertambah mulia dan makmur
-
216. ZAHRAN SHABIR
Indahnya kesabaran
-
217. ZAHWAN SAID MUSLIM
Anak laki-laki yang bangga dan bahagian menjadi muslim
-
218. ZAMIL SAIDAN KHALID
Orang yang berjalan cepat menuju kebahagiaan yang kekal
-
219. ZIKRIE YAZID BARA
Zikirku yang menambah ketaatan
-
220. ZUBAIR MALIK ANNAJMI
Raja bintang yang gagah perkasa
-
221. ZULFADHLI FAYYADH
Anak laki-laki dermawan yang mempunyai banyak kelebihan
-
222. ZULFAN AZHAR RAIHAN
Taman yang penuh bunga-bunga mewangi
-
223. ZULMI IKHWAN KHAIRI
Anak laki-laki yang sabar dan sopan adalah saudara yang baik
http://gagaje.blogspot.com/2013/05/20000-nama-islami-untuk-bayi-laki-laki.html
Nama "Abdullah" dan
"Abdurrahman" adalah nama bayi atau nama anak yang paling Allah cintai
berdasarkan hadits yang diriwayatkan Muslim dalam Kitab Shahihnya dari
Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
beliau bersabda,
أَحَبُّ اْلاَسْمَاءِ اِلَى اللَّهِ تَعَالَى عَبْدُ اللَّهِ وَ عَبْدُ الرَّحْمَانِ
“Sesungguhnya nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah & Abdurrahman.”
(HR. Muslim no. 2132)
Karena nama tersebut adalah nama terbaik, sampai-sampai di kalangan
para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terdapat sekitar
300 orang atau lebih sahabat yang bernama Abdullah

Sudah bukan rahasia lagi kalau di tengah-tengah kaum muslimin, banyak
tersebar berbagai jenis shalawat yang sama sekali tidak berdasarkan
dalil dari sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Shalawat-shalawat itu biasanya dibuat oleh pemimpin tarekat sufi
tertentu yang dianggap baik oleh sebagian umat Islam kemudian disebarkan
hingga diamalkan secara turun temurun. Padahal jika shalawat-shalawat
semacam itu diperhatikan secara cermat, akan nampak berbagai
penyimpangan berupa kesyirikan, bid’ah, ghuluw terhadap Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam, dan sebagainya.
A. Shalawat Nariyah
Shalawat jenis ini banyak tersebar dan diamalkan di kalangan kaum
muslimin. Bahkan ada yang menuliskan lafadznya di sebagian dinding
masjid. Mereka berkeyakinan, siapa yang membacanya 4444 kali, hajatnya
akan terpenuhi atau akan dihilangkan kesulitan yang dialaminya. Berikut
nash shalawatnya:
اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ
سَلاَمًا تَامًّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تُنْحَلُ بِهَ
الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ
وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى
الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ
مَعْلُوْمٍ لَكَ
“Ya Allah, berikanlah shalawat yang sempurna
dan salam yang sempurna kepada Baginda kami Muhammad yang dengannya
terlepas dari ikatan (kesusahan) dan dibebaskan dari kesulitan. Dan
dengannya pula ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan
kematian yang baik, dan memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang
sedih dengan wajahnya yang mulia, dan kepada keluarganya, para
shahabatnya, dengan seluruh ilmu yang engkau miliki.”
Ada beberapa hal yang perlu dijadikan catatan kaitannya dengan shalawat ini:
1- Sesungguhnya aqidah tauhid yang diseru oleh Al Qur’anul Karim dan
yang diajarkan kepada kita dari Rasulullah shallallahu laiahi wasallam,
mengharuskan setiap muslim untuk berkeyakinan bahwa Allah-lah
satu-satunya yang melepaskan ikatan (kesusahan), membebaskan dari
kesulitan, yang menunaikan hajat, dan memberikan manusia apa yang mereka
minta. Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim berdo’a kepada selain
Allah untuk menghilangkan kesedihannya atau menyembuhkan penyakitnya,
walaupun yang diminta itu seorang malaikat yang dekat ataukah nabi yang
diutus. Telah disebutkan dalam berbagai ayat dalam Al Qur’an yang
menjelaskan haramnya meminta pertolongan, berdo’a, dan semacamnya dari
berbagai jenis ibadah kepada selain Allah Azza wajalla. Firman Allah:
قُلِ ادْعُوا الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُوْنِهِ فَلاَ يَمْلِكُوْنَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلاَ تَحِْويْلاً
“Katakanlah: ‘Panggillah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain
Allah. Maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan
bahaya darimu dan tidak pula memindahkannya.” (Al-Isra: 56)
Para ahli tafsir menjelaskan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan
segolongan kaum yang berdo’a kepada Al Masih ‘Isa, atau malaikat,
ataukah sosok-sosok yang shalih dari kalangan jin. (Lihat Tafsir Ibnu
Katsir 3/47-48)
2- Bagaimana mungkin Rasulullah shallallahu
alaihi wasallam rela dikatakan bahwa dirinya mampu melepaskan ikatan
(kesulitan), menghilangkan kesusahan, dsb, sedangkan Al Qur’an menyuruh
beliau untuk berkata:
قُلْ لاَ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلاَ
ضَرًّا إِلاَّ مَا شَاءَ اللهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ
لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوْءُ إِنْ أَنَا
إِلاَّ نَذِيْرٌ وَبَشِيْرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُوْنَ
“Katakanlah:
‘Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula)
menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku
mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya
dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah
pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang
beriman’.” (Al-A’raf: 188)
Seorang laki-laki datang kepada Nabi
shallallahu alaihi wasallam, lalu mengatakan, “Berdasarkan kehendak
Allah dan kehendakmu”. Maka beliau bersabda:
أَجَعَلْتَنِيْ للهِ نِدًّا؟ قُلْ مَا شَاءَ اللهُ وَحْدَهُ
“Apakah engkau hendak menjadikan bagi Allah sekutu? Ucapkanlah:
Berdasarkan kehendak Allah semata.” (HR. An-Nasai dengan sanad yang
hasan)
(Lihat Minhaj Al-Firqatin Najiyah 227-228, Muhammad Jamil Zainu)
B. Shalawat Al-Fatih (Pembuka)
Lafadznya adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أَغْلَقَ
وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ, نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ الْهَادِي إِلَى
صِرَاطِكَ الْمَسْتَقِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارُهُ
عَظِيْمٌ
“Ya Allah berikanlah shalawat kepada Baginda kami
Muhammad yang membuka apa yang tertutup dan yang menutupi apa-apa yang
terdahulu, penolong kebenaran dengan kebenaran yang memberi petunjuk ke
arah jalan yang lurus. Dan kepada keluarganya, sebenar-benar pengagungan
padanya dan kedudukan yang agung.”
Berkata At-Tijani tentang shalawat ini -dan dia pendusta dengan perkataannya-:
“….Kemudian (Nabi shallallahu alaihi wasallam) memerintah aku untuk
kembali kepada shalawat Al-Fatih ini. Maka ketika beliau memerintahkan
aku dengan hal tersebut, akupun bertanya kepadanya tentang keutamaannya.
Maka beliau mengabariku pertama kalinya bahwa satu kali membacanya
menyamai membaca Al Qur’an enam kali. Kemudian beliau mengabarkan
kepadaku untuk kedua kalinya bahwa satu kali membacanya menyamai setiap
tasbih yang terdapat di alam ini dari setiap dzikir, dari setiap do’a
yang kecil maupun besar, dan dari Al Qur’an 6.000 kali, karena ini
termasuk dzikir.”
Dan ini merupakan kekafiran yang nyata karena
mengganggap perkataan manusia lebih afdhal daripada firman Allah Azza
Wajalla. Sungguh merupakan suatu kebodohan apabila seorang yang berakal
apalagi dia seorang muslim berkeyakinan seperti perkataan ahli bid’ah
yang sangat bodoh ini. (Minhaj Al-Firqah An-Najiyah 225 dan Mahabbatur
Rasul 285, Abdur Rauf Muhammad Utsman)
Telah bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan
mengajarkannya.” (HR. Bukhari dan Tirmidzi dari Ali bin Abi Thalib. Dan
datang dari hadits’Utsman bin ‘Affan riwayat Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi,
dan Ibnu Majah)
Dan juga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ
وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُوْلُ : { ألم } حَرْفٌ،
وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu
kebaikan. Dan satu kebaikan menjadi sepuluh kali semisal (kebaikan)
itu. Aku tidak mengatakan: alif lam mim itu satu huruf, namun alif satu
huruf, lam satu huruf, dan mim itu satu huruf.” (HR.Tirmidzi dan yang
lainnya dari Abdullah bin Mas’ud dan dishahihkan oleh Al-Albani
rahimahullah)
C. Shalawat yang disebutkan salah seorang sufi
dari Libanon dalam kitabnya yang membahas tentang keutamaan shalawat,
lafadznya sebagai berikut:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ حَتَّى تَجْعَلَ مِنْهُ اْلأَحَدِيَّةَ الْقَيُّوْمِيَّةَ
“Ya Allah berikanlah shalawat kepada Muhammad sehingga engkau
menjadikan darinya keesaan dan qoyyumiyyah (maha berdiri sendiri dan
yang mengurusi makhluknya).”
Padahal sifat Al-Ahadiyyah dan
Al-Qayyumiyyah, keduanya termasuk sifat-sifat Allah Azza wajalla. Maka,
bagaimana mungkin kedua sifat Allah ini diberikan kepada salah seorang
dari makhluk-Nya padahal Allah Ta’ala berfirman:
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syura: 11)
D. Shalawat Sa’adah (Kebahagiaan)
Lafadznya sebagai berikut:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ
“Ya Allah, berikanlah shalawat kepada baginda kami Muhammad sejumlah
apa yang ada dalam ilmu Allah, shalawat yang kekal seperti kekalnya
kerajaan Allah.”
Berkata An-Nabhani As-Sufi setelah
menukilkannya dari Asy-Syaikh Ahmad Dahlan: “Bahwa pahalanya seperti
600.000 kali shalat. Dan siapa yang rutin membacanya setiap hari Jum’at
1.000 kali, maka dia termasuk orang yang berbahagia dunia akhirat.”
(Lihat Mahabbatur Rasul 287-288)
Cukuplah keutamaan palsu yang disebutkannya, yang menunjukkan kedustaan dan kebatilan shalawat ini.
E. Shalawat Al-In’am
Lafadznya sebagai berikut:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ عَدَدَ إِنْعَامِ اللهِ وَإِفْضَالِهِ
“Ya Allah berikanlah shalawat, salam dan berkah kepada baginda kami
Muhammad dan kepada keluarganya, sejumlah kenikmatan Allah dan
keutamaan-Nya.”
Berkata An-Nabhani menukil dari Syaikh Ahmad Ash-Shawi:
“Ini adalah shalawat Al-In’am. Dan ini termasuk pintu-pintu kenikmatan
dunia dan akhirat, dan pahalanya tidak terhitung.” (Mahabbatur Rasul
288)
F. Shalawat Badar
Lafadz shalawat ini sebagai berikut:
shalatullah salamullah ‘ala thoha rosulillah
shalatullah salamullah ‘ala yaasiin habibillah
tawasalnaa bibismillah wa bil hadi rosulillah
wa kulli majahid fillah
bi ahlil badri ya Allah
Shalawat Allah dan salam-Nya semoga tercurah kepada Thaha Rasulullah
Shalawat Allah dan salam-Nya semoga tercurah kepada Yasin Habibillah
Kami bertawassul dengan nama Allah dan dengan pemberi petunjuk, Rasulullah
Dan dengan seluruh orang yang berjihad di jalan Allah, serta dengan ahli Badr, ya Allah
Dalam ucapan shalawat ini terkandung beberapa hal:
1. Penyebutan Nabi dengan habibillah
2. Bertawassul dengan Nabi
3. Bertawassul dengan para mujahidin dan ahli Badr
Point pertama telah diterangkan kesalahannya secara jelas pada rubrik Tafsir.
Pada point kedua, tidak terdapat satu dalilpun yang shahih yang
membolehkannya. Allah Idan Rasul-Nya tidak pernah mensyariatkan.
Demikian pula para shahabat (tidak pernah mengerjakan). Seandainya
disyariatkan, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah
menerangkannya dan para shahabat melakukannya. Adapun hadits:
“Bertawassullah kalian dengan kedudukanku karena sesungguhnya kedudukan
ini besar di hadapan Allah”, maka hadits ini termasuk hadits maudhu’
(palsu) sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Taimiyyah dan Asy-Syaikh
Al-Albani.
Adapun point ketiga, tentunya lebih tidak boleh lagi
karena bertawassul dengan Nabi shallallhu ‘alaihi wa sallam saja tidak
diperbolehkan. Yang dibolehkan adalah bertawassul dengan nama Allah di
mana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَ للهِ الأَسْمآءُ الْحُسْنَ فَادْعُوْهُ بِهاَ
“Dan hanya milik Allah-lah asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu.” (Al-A’raf: 180)
Demikian pula di antara doa Nabi: “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu dengan
segala nama yang Engkau miliki yang Engkau namai diri-Mu dengannya.
Atau Engkau ajarkan kepada salah seorang hamba-Mu, atau Engkau turunkan
dalam kitab-Mu, atau Engkau simpan di sisi-Mu dalam ilmu yang ghaib.”
(HR. Ahmad, Abu Ya’la dan lainnya, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani
dalam Ash-Shahihah no. 199)
Bertawassul dengan nama Allah
Subhanahu wa Ta’ala seperti ini merupakan salah satu dari bentuk
tawassul yang diperbolehkan. Tawassul lain yang juga diperbolehkan
adalah dengan amal shalih dan dengan doa orang shalih yang masih hidup
(yakni meminta orang shalih agar mendoakannya). Selain itu yang tidak
berdasarkan dalil, termasuk tawassul terlarang.
Jenis-jenis
shalawat di atas banyak dijumpai di kalangan sufiyah. Bahkan dijadikan
sebagai materi yang dilombakan di antara para tarekat sufi. Karena
setiap tarekat mengklaim bahwa mereka memiliki do’a, dzikir, dan
shalawat-shalawat yang menurut mereka mempunyai sekian pahala. Atau
mempunyai keutamaan bagi yang membacanya yang akan menjadikan mereka
dengan cepat kepada derajat para wali yang shaleh. Atau menyatakan bahwa
termasuk keutamaan wirid ini karena syaikh tarekatnya telah
mengambilnya dari Nabi shallallahu alaihi wasallam secara langsung dalam
keadaan sadar atau mimpi. Di mana, katanya, Rasulullah shallallahu
alaihi wasallam telah menjanjikan bagi yang membacanya kedekatan dari
beliau, masuk jannah (surga) ,dan yang lainnya dari sekian propaganda
yang tidak bernilai sedikitpun dalam timbangan syariat. Sebab, syariat
ini tidaklah diambil dari mimpi-mimpi. Dan karena Rasul tidak
memerintahkan kita dengan perkara-perkara tersebut sewaktu beliau masih
hidup.
Jika sekiranya ada kebaikan untuk kita, niscaya beliau
telah menganjurkannya kepada kita. Apalagi apabila model shalawat
tersebut sangat bertentangan dengan apa yang beliau bawa, yakni
menyimpang dari agama dan sunnahnya. Dan yang semakin menunjukkan
kebatilannya, dengan adanya wirid-wirid bid’ah ini menyebabkan
terhalangnya mayoritas kaum muslimin untuk mendekatkan diri kepada Allah
dengan ibadah-ibadah yang justru disyari’atkan yang telah Allah jadikan
sebagai jalan mendekatkan diri kepada-Nya dan memperoleh keridhaannya.
Berapa banyak orang yang berpaling dari Al Qur’an dan mentadabburinya
disebabkan tenggelam dan ‘asyik’ dengan wirid bid’ah ini? Dan berapa
banyak dari mereka yang sudah tidak peduli lagi untuk menghidupkan
sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam karena tergiur
dengan pahala ‘instant’ yang berlipat ganda. Berapa banyak yang lebih
mengutamakan majelis-majelis dzikir bid’ah semacam buatan Arifin Ilham
daripada halaqah yang di dalamnya membahas Kitabullah dan Sunnah
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam? Laa haula walaa quwwata illaa
billah.
Sumber: http://www.asysyariah.com/print.php?id_online=160

Ada sebuah kebiasaan di
Indonesia yang sudah lama mengakar di masyarakat, yaitu kebiasaan
membunyikan kaset sholawat atau tarhim di masjid-masjid sebelum tukang
adzan mengumandangkan adzannya.
Di sebagian tempat lagi, ada yang
langsung ber-sholawat dengan lisannya melalui loud speaker dengan suara
keras. Suara mereka didengarkan oleh orang-orang yang berada di kampung
dan tempat sekitar. Alasannya sih untuk mengingatkan dekatnya waktu
sholat.
Tapi apakah hal ini dibenarkan dalam syariat dan memiliki dasar sehingga kita menyatakannya boleh atau sunnah?
Pertanyaan semisal ini telah dijawab oleh para ulama dalam Lembaga
Pemberi Fatwa (Al-Lajnah Ad-Da’imah) di Timur Tengah, yang kala itu
memberikan jawaban,
“Bersholawat dan bersalam kepada Rasulullah
-Shallallahu alaihi wa sallam- sebelum adzan dan juga mengeraskannya
usai adzan bersama (bersambung) dengan adzan termasuk bid’ah yang
diada-ada dalam agama. Sungguh telah tsabit (nyata) dari Nabi
-Shallallahu alaihi wa sallam- bahwa beliau bersabda,
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَد
“Barangsiapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini sesuatu
yang bukan darinya, maka ia (hal yang diada-ada itu) adalah tertolak”.
[HR. Al-Bukhoriy (no. 2697) dan Muslim (no. 1718) (17)]
Di dalam sebuah riwayat,
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدّ
“Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tak ada padanya urusan
(agama) kami, maka ia (amalan) itu tertolak”. [HR. Muslim (no. 1718)
(18)]
Wabillahit taufiq wa shollallahu ala Nabiyyina Muhammadin wa aalihi wa shohbihi wa sallam”.
[Sumber Fatwa: Fataawa Al-Lajnah Ad-Da'imah li Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wa Al-Iftaa' (2/501/no. 9696)].