, seorang ibu menunggu kedatangan putrinya
yang bekerja. Ibu itu adalah seorang wanita yang telah kehilangan
suaminya yang meninggal karena sakit bertahun-tahun lalu. Pendapatan
keluarga hanya didapat dari anak perempuannya yang bekerja di kota dan
pulang setiap akhir pekan. Sekalipun putrinya bekerja, kehidupan ekonomi
mereka tak kunjung membaik.
Saat malam akan menjelang, putrinya tiba di rumah dengan wajah yang sangat gusar. Melihat wajah yang tidak biasa itu, sang ibu menanyakan kepada putrinya.
"Anakku, ada apa? Mengapa wajahmu tampak sedih dan gusar?"
Sang anak menghela nafas panjang lalu berkata, "Ibu, aku lelah sekali.
Aku tidak habis pikir mengapa hidupku sangat malang. Aku selalu bekerja
keras, selalu menunjukkan apa yang aku bisa, aku bahkan selalu
mengorbankan banyak hal untuk pekerjaanku. Tetapi tidak ada yang memuji
pekerjaanku, mereka bahkan rering mengejek dan mengatakan aku tidak akan
bisa mencapai hasil terbaik dalam pekerjaanku." Dua tetes air mata
mengalir di pipi sang anak.
Sang ibu mengusap rambut sang anak
dengan lembut, "Anakku, jangan pernah mengharap orang lain untuk selalu
memuji apa yang sedang engkau kerjakan."
"Maksud ibu?" tanya sang anak tak mengerti.
"Coba kamu lihat bunga sepatu yang tumbuh di halaman rumah kita. Dulu,
saat kamu masih kecil, tidak ada yang menanam pohon bunga sepatu disana,
dia tiba-tiba tumbuh dan semua orang membiarkannya tumbuh tanpa memberi
pupuk atau menyiram." ujar si ibu.
Sang anak hanya mendengarkan.
"Tidak ada yang peduli pada bunga sepatu itu, hingga pada saat dia
berbunga, semua orang akan mengagumi betapa indah kelopak-kelopaknya.
Bahkan tidak sedikit yang berebut memetiknya." lanjut si ibu sambil
tersenyum, "Anakku, orang lain mungkin tidak peduli dengan apa yang kamu
kerjakan sekarang, tetapi jangan menyerah dan selalu berikan yang
terbaik, seperti yang dilakukan bunga sepatu. Dia selalu bersabar dan
memberikan yang terbaik meskipun orang-orang tidak peduli padanya."
Sang anak langsung memeluk ibunya sambil menangis karena telah merasa
keliru dan menyesal telah menangisi kesabaran dan kerja keras yang sudah
dia lakukan. "Aku berjanji akan memberikan yang terbaik." ujarnya.
***
Sahabat CERIA, sekalipun banyak hal yang menjadi penghalang dalam
pencapaian usaha kita, kita tidak boleh menyerah begitu saja. Selalu
berikan yang terbaik, maka suatu saat, akan banyak orang yang melihat
betapa indah hasil kerja keras kita, seperti kelopak bunga sepatu yang
cantik. Kelopak yang mekar sekalipun tidak ada yang peduli dengannya.
Salam MOTIVASI CERIA..!
ceritaharian/facebook
Tujuan hidup adalah sebuah ketetapan yang mendasari semua rencana dan kerja kita, dan yang menjadi penjaga arah perjalanan.
Tampilkan postingan dengan label Kata kata Bijak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata kata Bijak. Tampilkan semua postingan
Kita bangun tidur di waktu subuh dan kemudian membasah wajah dengan air wudlu yang segar. Sesudah melaksanakan sholat dan berdoa. Cobalah menghadap cermin di dinding. Di sana kita mulai meneliti diri :
1.Lihatlah kepala kita
Apakah ia sudah kita tundukkan, rukukkan dan sujudkan dengan segenap kepasrahan seorang hamba fana tiada daya di hadapan Allah Yang Maha Perkasa, atau ia tetap tengadah dengan segenap keangkuhan, kecongkakan dan kesombongan seorang manusia di dalam pikirannya?
2. Lihatlah mata kita
Apakah ia sudah kita gunakan untuk menatap keindahan dan keagungan ciptaan-ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, atau kita gunakan untuk melihat segala pemandangan dan kemaksiatan yang dilarang?
3. Lihatlah telinga Kita
Apakah ia sudah kita gunakan untuk mendengarkan suara adzan, bacaan Al Qur’an, seruan kebaikan, atau kita gunakan buat mendengarkan suara-suara yang sia-sia tiada bermakna?
4. Lihatlah hidung Kita
Apakah sudah kita gunakan untuk mencium sajadah yang terhampar di tempat sholat, mencium istri, suami dan anak-anak tercinta serta mencium kepala anak-anak papa yang kehilangan cinta bunda dan ayahnya?
5. Lihatlah mulut kita
Apakah sudah kita gunakan untuk mengatakan kebenaran dan kebaikan, nasehat-nasehat bermanfaat serta kata-kata bermakna atau kita gunakan untuk mengatakan kata-kata tak berguna dan berbisa, mengeluarkan tahafaul lisan alias penyakit lisan seperti: bergibah, memfitnah, mengadu domba, berdusta bahkan menyakiti hati sesama?
6. Lihatlah tangan Kita
Apakah sudah kita gunakan buat bersedekah, membantu sesama yang kena musibah, mencipta karya-karya yang berguna atau kita gunakan untuk mencuri, korupsi, menzalimi orang lain serta merampas hak-hak serta harta-harta orang yang tak berdaya?
7. Lihatlah kaki Kita
Apakah sudah kita gunakan untuk melangkah ke tempat ibadah, ke tempat menuntut ilmu bermutu, ke tempat-tempat pengajian yang kian mendekatkan perasaan kepada Allah Yang Maha Penyayang atau kita gunakan untuk melangkah ke tempat maksiat dan kejahatan?
8. Lihatlah dada Kita
Apakah di dalamnya tersimpan perasaan yang lapang,sabar, tawakal dan keikhlasan serta perasaan selalu bersyukur kepada Allah Yang Maha Bijaksana, atau di dalamnya tertanam ladang jiwa yang tumbuh subur daun-daun takabur, biji-biji bakhil, benih iri hati dan dengki serta pepohonan berbuah riya?
9. Lihatlah diri kita
Apakah kita sering tadabur, Tafakur dan selalu bersyukur pada karunia yang kita terima dari Allah Yang Maha Perkasa?
Semoga Bermanfaat….
Kiriman : Buddy Rahmadinov (Anggota ICMI)
1.Lihatlah kepala kita
Apakah ia sudah kita tundukkan, rukukkan dan sujudkan dengan segenap kepasrahan seorang hamba fana tiada daya di hadapan Allah Yang Maha Perkasa, atau ia tetap tengadah dengan segenap keangkuhan, kecongkakan dan kesombongan seorang manusia di dalam pikirannya?
2. Lihatlah mata kita
Apakah ia sudah kita gunakan untuk menatap keindahan dan keagungan ciptaan-ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, atau kita gunakan untuk melihat segala pemandangan dan kemaksiatan yang dilarang?
3. Lihatlah telinga Kita
Apakah ia sudah kita gunakan untuk mendengarkan suara adzan, bacaan Al Qur’an, seruan kebaikan, atau kita gunakan buat mendengarkan suara-suara yang sia-sia tiada bermakna?
4. Lihatlah hidung Kita
Apakah sudah kita gunakan untuk mencium sajadah yang terhampar di tempat sholat, mencium istri, suami dan anak-anak tercinta serta mencium kepala anak-anak papa yang kehilangan cinta bunda dan ayahnya?
5. Lihatlah mulut kita
Apakah sudah kita gunakan untuk mengatakan kebenaran dan kebaikan, nasehat-nasehat bermanfaat serta kata-kata bermakna atau kita gunakan untuk mengatakan kata-kata tak berguna dan berbisa, mengeluarkan tahafaul lisan alias penyakit lisan seperti: bergibah, memfitnah, mengadu domba, berdusta bahkan menyakiti hati sesama?
6. Lihatlah tangan Kita
Apakah sudah kita gunakan buat bersedekah, membantu sesama yang kena musibah, mencipta karya-karya yang berguna atau kita gunakan untuk mencuri, korupsi, menzalimi orang lain serta merampas hak-hak serta harta-harta orang yang tak berdaya?
7. Lihatlah kaki Kita
Apakah sudah kita gunakan untuk melangkah ke tempat ibadah, ke tempat menuntut ilmu bermutu, ke tempat-tempat pengajian yang kian mendekatkan perasaan kepada Allah Yang Maha Penyayang atau kita gunakan untuk melangkah ke tempat maksiat dan kejahatan?
8. Lihatlah dada Kita
Apakah di dalamnya tersimpan perasaan yang lapang,sabar, tawakal dan keikhlasan serta perasaan selalu bersyukur kepada Allah Yang Maha Bijaksana, atau di dalamnya tertanam ladang jiwa yang tumbuh subur daun-daun takabur, biji-biji bakhil, benih iri hati dan dengki serta pepohonan berbuah riya?
9. Lihatlah diri kita
Apakah kita sering tadabur, Tafakur dan selalu bersyukur pada karunia yang kita terima dari Allah Yang Maha Perkasa?
Semoga Bermanfaat….
Kiriman : Buddy Rahmadinov (Anggota ICMI)
Rahasia awet Muda Cara Islam
Sejak dahulu kala para orang - orang berusaha keras agar tampak lebih muda daripada umur yang sebenarnya atau awet muda.
Seoramg wanita muslimah pernah ditanyakan tentang alat kosmetiknya,lalu ia menjawab;
''Alat kecantikanku adalah;
Seoramg wanita muslimah pernah ditanyakan tentang alat kosmetiknya,lalu ia menjawab;
''Alat kecantikanku adalah;
1.Berbicara jujur untuk bibirku.
2.membaca Qur'an untuk suaraku
3.kasih sayang dan rahmat untuk mataku.
4.berbuat kebaikan untuk tanganku.
5.Istiqamah untuk tubuhku.
6.Ikhlas karena Allah untuk hatiku.''
Anda pun akan tampak awet muda ,lebih menarik dan mempesona ,asalkan anda juga mau mengikuti petunjuk yang diberikan dibawah ini,
Caranya adalah sebagai berikut;
1.Hindari perbuatan maksiat,karena maksiat dapat menggelapkan hati dan muka.
2.Laksanakan shalat 5 wktu .
3.Jangan tinggal dari wudhu / membiasakan berwudhu.
4.Menjadikan kebiasaan dalam membaca Qur'an.
5.Membiasakan Shalat tahajjud.
6.Kurangi/hindari makan yang berlebih-lebihan.
7.Membiasakan puasa sunnah Senin dan Kamis.
8.Bacalah Asma Allah ; ''YAA HAMIIDU'' setiap selesai shalat Subuh 99x, lalu ditiupkan pd kedua belah tangannya dan disapukan kemuka.
Wallahu a'lam
Semoga Bermanfaat
Pelajaran hari ini
Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi
lamanya kita memikul beban tersebut.
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress,
Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada
para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira segelas
air ini?"
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr."Ini
bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa
lama anda memegangnya." kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada
masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan
saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari
penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk
saya.Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya
memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun
kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan
meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang harus kita
lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat
sejenak sebelum mengangkatnya lagi".
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar
kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.
Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini,
tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu
dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak
anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah
beristirahat nanti dapat diambil lagi.
Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan
memanfaatkannya. ..!! Hal terindah dan terbaik di dunia
ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat
dirasakan jauh di relung hati kita.
Start the day with smile and have a good day.
epris'site
lamanya kita memikul beban tersebut.
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress,
Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada
para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira segelas
air ini?"
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr."Ini
bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa
lama anda memegangnya." kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada
masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan
saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari
penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk
saya.Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya
memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun
kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan
meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang harus kita
lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat
sejenak sebelum mengangkatnya lagi".
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar
kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.
Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini,
tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu
dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak
anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah
beristirahat nanti dapat diambil lagi.
Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan
memanfaatkannya. ..!! Hal terindah dan terbaik di dunia
ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat
dirasakan jauh di relung hati kita.
Start the day with smile and have a good day.
epris'site
NASEHAT UNTUK KAUM MUSLIMAH
Assalamualikum,,,
Diceritakan oleh Sayyidina Ali RA.; Adalah pada suatu hari masuk aku ke dalam rumah Nabi SAW. dan ada sertaku isteriku, Siti Fatimah RA. Maka tatkala aku dekat dengan pintu, maka sabda Nabi SAW.
"Siapa yang dipintu itu?"
Maka sahut Siti Fatimah; "Kami dengan suami kami, Ali. Hamba datang untuk menghadap engkau ya Rasulullah".
Maka tatkala Rasulullah membuka pintu bagi kami, tiba-tiba kami dapati akan Nabi hal keadaannya menangis akan sebagai tangis yang sangat. Maka kataku(Sayyidina Ali RA.) baginya; "Penebusmu [adalah] aku, engkaulah bapaku dan ibuku Ya, Rasulullah. apakah yang menyebabkan engkau menangis?"
Maka sabda Rasulullah SAW.; "Bahawa sesungguhnya telah aku lihat pada malam mikraj, beberapa perempuan daripada umatku di dalam siksa yang amat sangat. Maka sangatlah salah pekerjaan mereka itu., kerana itulah yang menyebakan aku menangis kerana keadaan mereka yang tersangat siksa". Berkata Sayyidina Ali RA.; "Ya, Rasulullah, bagaimanakah engkau lihat akan keadaan mereka itu?"
Maka sabda Rasulullah SAW.; Telah aku lihat seorang perempuan yang tergantung dengan lidahnya dan api neraka yang sangat panas dituangkan ke dalam lehernya; dan
Aku lihat seorang perempuan yang tergantung dengan rambutnya dan mendidih otak kepalanya; dan Aku lihat pula seorang perempuan yang tergantung dengan dua kakinya pada hal terikat lagi terlipat dan telah mengeluarkan segala malaikat yang menyiksa itu dengan dua tangannya daripada pihak belakang lalu dilumurkan minyak tanah pada badannya dan dituangkan air panas ke dalam lehernya; dan
Aku lihat seorang perempuan yang tergantung dengan dua susunya dan buah zaqqum itu dituangkan masuk ke dalam lehernya. (Ada pun buah zaqqum itu adalah buah kayu di dalam neraka yang amat pahit dan apabila memakan mereka itu akannya, nescaya menggelegak (mendidih) segala isi perut mereka itu, dan otak dan gusi mereka itu dan keluar lidah apinya daripada mulut mereka itu) dan
Aku lihat pula seorang perempuan yang tergantung pada hal memakan ia akan daging dirinya manakala api neraka dinyala-nyalakan daripada pihak bawahnya; dan
Aku lihat pula seorang perempuan yang tergantung lagi menambat oleh segala malaikat akan dua kakinya kepada dua susunya dan ditambatkan dua susunya kepada ubun-ubunnya dan dijadikan atas badannya itu beberapa ekor ular dan kala hak keadaannya memakan ia(ular dan kala) akan dagingnya dan meminum ia(perempuan) akan darahnya; dan
Aku lihat pula seorang perempuan yang tergantung hal keadaannya buta dan tuli dan kelu. Di dalam kerongkongnya api neraka pada hal keluar otak daripada kepalanya dan lagi mengalir ke dalam hidungnya dan segala badannya itu amat busuk lagi berputar-putar (menggelupur) seperti terkena penyakit yang besar; dan
Aku lihat pula seorang perempuan yang tergantung hal keadaannya dipotong segala daging badannya daripada hadapan hingga ke belakang daripada segala anggota dengan gunting api neraka; dan
Aku lihat pula seorang perempuan yang tergantung hal keadaannya hitam segala mukanya dan dua susunya dan api memakan isi perutnya; dan lagi
Aku lihat seorang perempuan yang tergantung kepalanya seperti kepala babi dan tubuhnya seperti tubuh keldai dan di atasnua itu beribu-ribu warna daripada azab; dan
Aku lihat pula seorang perempuan atas rupa anjing dan api neraka itu masuk daripada bawah duburnya dan keluar daripada ia{api} daripada mulutnya dan segala malaikat itu memukul mereka itu akan kepalanya dan badanya dengan pemukul api neraka.
Kata Sayyidina Ali RA; Maka berdirilah Siti Fatimah RA. kepada Nabi SAW. lalu berkata;
"Hai kekasihku dan cahaya mataku, khabarkan olehmu apa dosa-dosa mereka itu hingga jatuh atas sekelian mereka itu dengan berbagai-baga siksaan itu?"
Maka sabda Nabi SAW.;
Dan adapun perempuan yang tergantung dengan lidahnya dan api neraka yang sangat panas dituangkan ke dalam lehernya; maka bahawa sesungguhnya ia menyakiti akan suaminya.
Dan adapun seorang perempuan yang tergantung dengan dua susunya dan buah zaqqum itu dituangkan masuk ke dalam lehernya; maka sesungguh nya ia memberikan air susu suaminya [kepada bayi yang lain] dengan tiada izin suaminya.
Dan adapun perempuan yang yang tergantung dengan dua kakinya di dalam kerongkongan api nereka itu; maka bahawa sesungguhnya ia keluar rumah dengan tiada izin daripada suaminya.
Dan adapun perempuan yang tergantung dan memakan ia akan tubuhnya dan api neraka dinyala-nyalakan daripada pihak bawahnya; maka bahawa sesungguhnya ia memperhiasi tubuhnya kerana orang lain dan tiada memperhiasi bagi suaminya.
Dan adapun perempuan yang tergantung lagi menambat oleh segala malaikat akan dua kakinya kepada dua susunya dan ditambatkan dua susunya kepada ubun-ubunnya dan dijadikan atas badannya itu beberapa ekor ular dan kala hak keadaannya memakan ia(ular dan kala) akan dagingnya dan meminum ia akan darahnya; bahawa sesungguhnya ia di dalam dunia tiada hendak bersuci badannya dan tiada hendak mandi junub dan haid dan daripada nifas dan meringan-ringan akan sembahyang.
Dan adapun perempuan yang tergantung hal keadaannya buta dan tuli dan kelu. yang di dalam kerongkongan api neraka; maka bahawa sesungguhnya ia mendatangkan daripada anak zina dan ditambatkan kepada batang leher suaminya. (perempuan yang menduakan suaminya hingga mendapat anak zina dan dinyatakan anak itu adalah hasil daripada suaminya).
Dan adapun perempuan yang tergantung kepalanya seperti kepala babi dan tubuhnya seperti tubuh keldai; maka sesungguhnya ia sangat mengadu-ngadu (adu domba/batu api) lagi amat dusta.
Dan adapun perempuan yang seperti rupa anjing dan api masuk ia ke dalam mulutnya dan keluar ia daripada duburnya; maka bahawa sesungguhnya ia adalah sangat membangkit akan manusia (mengungkit-ungkit pemberian atau pertolongan) lagi banyak dengki mendengki
SEMOGA MAMPU MEMBERIKAN PERINGATAN KEPADA KAUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAT SEKELIAN.
Wallohu aklam bissowab,,
Dipetik dari Kitab Muhimmah karangan Sheikh Abdullah bin Abdul Rahim Fathoni 1384 Hijrah.,....
Diceritakan oleh Sayyidina Ali RA.; Adalah pada suatu hari masuk aku ke dalam rumah Nabi SAW. dan ada sertaku isteriku, Siti Fatimah RA. Maka tatkala aku dekat dengan pintu, maka sabda Nabi SAW.
"Siapa yang dipintu itu?"
Maka sahut Siti Fatimah; "Kami dengan suami kami, Ali. Hamba datang untuk menghadap engkau ya Rasulullah".
Maka tatkala Rasulullah membuka pintu bagi kami, tiba-tiba kami dapati akan Nabi hal keadaannya menangis akan sebagai tangis yang sangat. Maka kataku(Sayyidina Ali RA.) baginya; "Penebusmu [adalah] aku, engkaulah bapaku dan ibuku Ya, Rasulullah. apakah yang menyebabkan engkau menangis?"
Maka sabda Rasulullah SAW.; "Bahawa sesungguhnya telah aku lihat pada malam mikraj, beberapa perempuan daripada umatku di dalam siksa yang amat sangat. Maka sangatlah salah pekerjaan mereka itu., kerana itulah yang menyebakan aku menangis kerana keadaan mereka yang tersangat siksa". Berkata Sayyidina Ali RA.; "Ya, Rasulullah, bagaimanakah engkau lihat akan keadaan mereka itu?"
Maka sabda Rasulullah SAW.; Telah aku lihat seorang perempuan yang tergantung dengan lidahnya dan api neraka yang sangat panas dituangkan ke dalam lehernya; dan
Aku lihat seorang perempuan yang tergantung dengan rambutnya dan mendidih otak kepalanya; dan Aku lihat pula seorang perempuan yang tergantung dengan dua kakinya pada hal terikat lagi terlipat dan telah mengeluarkan segala malaikat yang menyiksa itu dengan dua tangannya daripada pihak belakang lalu dilumurkan minyak tanah pada badannya dan dituangkan air panas ke dalam lehernya; dan
Aku lihat seorang perempuan yang tergantung dengan dua susunya dan buah zaqqum itu dituangkan masuk ke dalam lehernya. (Ada pun buah zaqqum itu adalah buah kayu di dalam neraka yang amat pahit dan apabila memakan mereka itu akannya, nescaya menggelegak (mendidih) segala isi perut mereka itu, dan otak dan gusi mereka itu dan keluar lidah apinya daripada mulut mereka itu) dan
Aku lihat pula seorang perempuan yang tergantung pada hal memakan ia akan daging dirinya manakala api neraka dinyala-nyalakan daripada pihak bawahnya; dan
Aku lihat pula seorang perempuan yang tergantung lagi menambat oleh segala malaikat akan dua kakinya kepada dua susunya dan ditambatkan dua susunya kepada ubun-ubunnya dan dijadikan atas badannya itu beberapa ekor ular dan kala hak keadaannya memakan ia(ular dan kala) akan dagingnya dan meminum ia(perempuan) akan darahnya; dan
Aku lihat pula seorang perempuan yang tergantung hal keadaannya buta dan tuli dan kelu. Di dalam kerongkongnya api neraka pada hal keluar otak daripada kepalanya dan lagi mengalir ke dalam hidungnya dan segala badannya itu amat busuk lagi berputar-putar (menggelupur) seperti terkena penyakit yang besar; dan
Aku lihat pula seorang perempuan yang tergantung hal keadaannya dipotong segala daging badannya daripada hadapan hingga ke belakang daripada segala anggota dengan gunting api neraka; dan
Aku lihat pula seorang perempuan yang tergantung hal keadaannya hitam segala mukanya dan dua susunya dan api memakan isi perutnya; dan lagi
Aku lihat seorang perempuan yang tergantung kepalanya seperti kepala babi dan tubuhnya seperti tubuh keldai dan di atasnua itu beribu-ribu warna daripada azab; dan
Aku lihat pula seorang perempuan atas rupa anjing dan api neraka itu masuk daripada bawah duburnya dan keluar daripada ia{api} daripada mulutnya dan segala malaikat itu memukul mereka itu akan kepalanya dan badanya dengan pemukul api neraka.
Kata Sayyidina Ali RA; Maka berdirilah Siti Fatimah RA. kepada Nabi SAW. lalu berkata;
"Hai kekasihku dan cahaya mataku, khabarkan olehmu apa dosa-dosa mereka itu hingga jatuh atas sekelian mereka itu dengan berbagai-baga siksaan itu?"
Maka sabda Nabi SAW.;
Dan adapun perempuan yang tergantung dengan lidahnya dan api neraka yang sangat panas dituangkan ke dalam lehernya; maka bahawa sesungguhnya ia menyakiti akan suaminya.
Dan adapun seorang perempuan yang tergantung dengan dua susunya dan buah zaqqum itu dituangkan masuk ke dalam lehernya; maka sesungguh nya ia memberikan air susu suaminya [kepada bayi yang lain] dengan tiada izin suaminya.
Dan adapun perempuan yang yang tergantung dengan dua kakinya di dalam kerongkongan api nereka itu; maka bahawa sesungguhnya ia keluar rumah dengan tiada izin daripada suaminya.
Dan adapun perempuan yang tergantung dan memakan ia akan tubuhnya dan api neraka dinyala-nyalakan daripada pihak bawahnya; maka bahawa sesungguhnya ia memperhiasi tubuhnya kerana orang lain dan tiada memperhiasi bagi suaminya.
Dan adapun perempuan yang tergantung lagi menambat oleh segala malaikat akan dua kakinya kepada dua susunya dan ditambatkan dua susunya kepada ubun-ubunnya dan dijadikan atas badannya itu beberapa ekor ular dan kala hak keadaannya memakan ia(ular dan kala) akan dagingnya dan meminum ia akan darahnya; bahawa sesungguhnya ia di dalam dunia tiada hendak bersuci badannya dan tiada hendak mandi junub dan haid dan daripada nifas dan meringan-ringan akan sembahyang.
Dan adapun perempuan yang tergantung hal keadaannya buta dan tuli dan kelu. yang di dalam kerongkongan api neraka; maka bahawa sesungguhnya ia mendatangkan daripada anak zina dan ditambatkan kepada batang leher suaminya. (perempuan yang menduakan suaminya hingga mendapat anak zina dan dinyatakan anak itu adalah hasil daripada suaminya).
Dan adapun perempuan yang tergantung kepalanya seperti kepala babi dan tubuhnya seperti tubuh keldai; maka sesungguhnya ia sangat mengadu-ngadu (adu domba/batu api) lagi amat dusta.
Dan adapun perempuan yang seperti rupa anjing dan api masuk ia ke dalam mulutnya dan keluar ia daripada duburnya; maka bahawa sesungguhnya ia adalah sangat membangkit akan manusia (mengungkit-ungkit pemberian atau pertolongan) lagi banyak dengki mendengki
SEMOGA MAMPU MEMBERIKAN PERINGATAN KEPADA KAUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAT SEKELIAN.
Wallohu aklam bissowab,,
Dipetik dari Kitab Muhimmah karangan Sheikh Abdullah bin Abdul Rahim Fathoni 1384 Hijrah.,....
9 TIPS MENJADI WANITA CANTIK,
| 9 TIPS MENJADI WANITA CANTIK, |
pandangan) sebagai celak bagi kedua belah alis
mata kalian. InsyaALLAH, pandangan visual kalian
akan menjadi makin jernih dan bening.
2) Oleskanlah lipstik kejujuran dan kebenaran (al
haq) pada ulasan bibir delima kalian. InsyaALLAH,
ukiran senyuman kalian akan bertambah manis
dan dihargai sesama.
3) Bedakkanlah raut wajah kalian dengan kosmetik
yang berasaskan malu dan keadaban.
InsyaALLAH, kesederhanaan lahiriah yang kalian
biaskan itu akan menyejukkan mata yang
memandang.
4) Lumurkanlah sabun istighfar ke sepelusuk
anggota badan kalian. InsyaALLAH, ia bisa
mengikis daki kotoran dosa dan kesalahan yang
telah kalian lakukan.
5) Rawatkanlah rambut kalian dengan hijab
ISLAMI. InsyaALLAH, ia akan menyelimuti azaraul
jasad sang hawa daripada menjadi mangsa
kerakusan insan yang terlepas daripada tambatan
keimanannya.
6) Sarungkanlah kedua-dua belah tangan kalian
dengan gelang sedekah dan jari-jemari kalian
dengan cincin ukhuwwah Islamiyyah. InsyaALLAH,
kelak kalian akan temui warga Sholihin yang
nilaiannya melangkaui segunung emas permata.
7) Alunkanlah kemerduan dan kesyahduan suara
kalian dengan tilawatul Quran dan zikrullah.
InsyaALLAH, berkat kekhusyukan dan
penghayatan, hulwatul Iman akan dikecapi ruh
kalian sebagaimana lidah merasakan kemanisan
makanan.
8) Luruskanlah postur tubuh badan kalian dengan
ketulusan dalam menunaikan solat dan
pengibadatan kepada Yang ESA. InsyaALLAH,
takkan DIA persia-siakan keikhtilasan atau
keikhlasan atau keistiqomahan kalian dalam
mencari keredhoan-NYA.
9) Hembuskanlah nafas taabud wa taqarrub ila
ALLAH S.W.T. ke dalam ruh dan sanubari kalian.
InsyaALLAH, selama itu takkan kalian rasai
ketandusan kasih sayang maupun kegelisahan
dalam kehidupan.
Semuga bermanfaat bagi kita semua,terutama kepada wanita muslimah,,amin,
Wassalam,,,
solekha
MENUNGGU Rhido ALLOH SWT
Assalamualikum,,
,Pernikahan atau Perkawinan, membuka tabir rahasia……
Proses pencapaiannya memakan satu perjalanan panjang..
Kadang, untuk menuju ke sana,
Allah Yang Maha Bijaksana pun justru memberi kesusahan untuk menguji kita..
Tak jarang Ia melukai hati, hingga hikmahnya tertanam dalam..
Tak perlu kita pertanyakan, “apa maksud Allah ?”
Karena andai kita berbesar hati dan mau mencerna,
Allah punya alasan tersendiri yang memang sukar dimengerti…
Yang pasti..
jika kita kehilangan cinta, kita harus tetap percaya
bahwasanya, ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik..
Menunggu….! itu satu pilihan..!
Toh, walaupun suami yang kau tunggu tentunya tidaklah semulia Muhammad…
Tidaklah setakwa Ibrahim….
Pun tidaklah setabah Ayub…
Atau segagah Musa…
Apalagi setampan Yusuf..
Tapi….
setidak-tidaknya, suamimu adalah pria akhir zaman..
Yang bercita-cita membangun keturunan yang sholeh…
Mengapa menunggu..?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa…
Karena walaupun kita ingin cepat, kita tidak ingin sembarangan….
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita inginkan, kita tidak ingin kehilangan jati diri dalam proses pencarian itu….
Jika ingin berlari, belajarlah berjalan dahulu…
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu…
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu….
Tentunya…
tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, orang yang kita inginkan, orang yang dicintai dan mencintai, ketimbang memaksa dan memuaskan diri dengan apa yang ada……
karena…hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah..
Berani bertindak gegabah, layaknya berani menerima resiko….
Bunga mawar tak mekar dalam semalam, namun bisa layu dalam sedetik…
Kota Palestina tak dibangun dalam sehari, namun bisa hancur dalam sekejap..
Perkawinan tak dirajut dalam pertimbangan sesaat, namun bisa saja musnah, juga dalam sesaat….!
Pernikahan atau Perkawinan, bukanlah akhir dari sebuah perjalanan…
Itulah yang kelak mengajarkan kita kewajiban bersama…
Suami menjadi pelindung, istri penghuninya….
Suami adalah nahkoda kapal, istri navigatornya
Suami bagai balita yang nakal, istri penuntun kenakalannya…
Saat suami menjadi raja, istri menikmati anggur singgasananya..
Seandainya suami supir yang lancang, sabarlah memperingatkannya…
Akan halnya…
Haruskah terus menunggu..?
Jawabannya ada pada diri kita…
Pastinya, menunggu mempunyai suatu tujuan yang mulia dan misterius…
Menguji kadar iman dan takwa….
belajar meniti sabar dan Ridha….
Seribu kali gagal, seribu satu kali mengulangi….
Toh, tak perlu mendambakan yang benar-benar bersahaja….
Karena memiliki suami yang tak cela,
justru kamu kan tersentak dari alpa…
Kamu bukanlah Khadijah….
yang begitu sempurna dalam menjaga…
Pun bukanlah Hajar…
yang begitu setia dalam sengsara….
Kamu hanyalah seorang wanita biasa,
yang terus berusaha menjadi Sholehah….
Pada akhirnya…
Cinta yang agung, terus bertambah selama kehidupan….
Banyak hal yang indah, memang memerlukan waktu yang tak singkat….
dan penantian yang tak pasti….
Akan tetapi….
Walaupun menunggu membutuhkan pengharapan…
Namun tetap menjanjikan satu hal yang tak dapat seorangpun bayangkan..
Mari kita kembalikan kepada-Nya…
Dia Yang Maha Pengatur, dengan segala keagungan-Nya menuntut kita untuk selalu bersabar dalam setiap penantian…..
Lagi-lagi untuk sebuah alasan….
Entah apa…!!!
,Pernikahan atau Perkawinan, membuka tabir rahasia……
Proses pencapaiannya memakan satu perjalanan panjang..
Kadang, untuk menuju ke sana,
Allah Yang Maha Bijaksana pun justru memberi kesusahan untuk menguji kita..
Tak jarang Ia melukai hati, hingga hikmahnya tertanam dalam..
Tak perlu kita pertanyakan, “apa maksud Allah ?”
Karena andai kita berbesar hati dan mau mencerna,
Allah punya alasan tersendiri yang memang sukar dimengerti…
Yang pasti..
jika kita kehilangan cinta, kita harus tetap percaya
bahwasanya, ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik..
Menunggu….! itu satu pilihan..!
Toh, walaupun suami yang kau tunggu tentunya tidaklah semulia Muhammad…
Tidaklah setakwa Ibrahim….
Pun tidaklah setabah Ayub…
Atau segagah Musa…
Apalagi setampan Yusuf..
Tapi….
setidak-tidaknya, suamimu adalah pria akhir zaman..
Yang bercita-cita membangun keturunan yang sholeh…
Mengapa menunggu..?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa…
Karena walaupun kita ingin cepat, kita tidak ingin sembarangan….
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita inginkan, kita tidak ingin kehilangan jati diri dalam proses pencarian itu….
Jika ingin berlari, belajarlah berjalan dahulu…
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu…
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu….
Tentunya…
tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, orang yang kita inginkan, orang yang dicintai dan mencintai, ketimbang memaksa dan memuaskan diri dengan apa yang ada……
karena…hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah..
Berani bertindak gegabah, layaknya berani menerima resiko….
Bunga mawar tak mekar dalam semalam, namun bisa layu dalam sedetik…
Kota Palestina tak dibangun dalam sehari, namun bisa hancur dalam sekejap..
Perkawinan tak dirajut dalam pertimbangan sesaat, namun bisa saja musnah, juga dalam sesaat….!
Pernikahan atau Perkawinan, bukanlah akhir dari sebuah perjalanan…
Itulah yang kelak mengajarkan kita kewajiban bersama…
Suami menjadi pelindung, istri penghuninya….
Suami adalah nahkoda kapal, istri navigatornya
Suami bagai balita yang nakal, istri penuntun kenakalannya…
Saat suami menjadi raja, istri menikmati anggur singgasananya..
Seandainya suami supir yang lancang, sabarlah memperingatkannya…
Akan halnya…
Haruskah terus menunggu..?
Jawabannya ada pada diri kita…
Pastinya, menunggu mempunyai suatu tujuan yang mulia dan misterius…
Menguji kadar iman dan takwa….
belajar meniti sabar dan Ridha….
Seribu kali gagal, seribu satu kali mengulangi….
Toh, tak perlu mendambakan yang benar-benar bersahaja….
Karena memiliki suami yang tak cela,
justru kamu kan tersentak dari alpa…
Kamu bukanlah Khadijah….
yang begitu sempurna dalam menjaga…
Pun bukanlah Hajar…
yang begitu setia dalam sengsara….
Kamu hanyalah seorang wanita biasa,
yang terus berusaha menjadi Sholehah….
Pada akhirnya…
Cinta yang agung, terus bertambah selama kehidupan….
Banyak hal yang indah, memang memerlukan waktu yang tak singkat….
dan penantian yang tak pasti….
Akan tetapi….
Walaupun menunggu membutuhkan pengharapan…
Namun tetap menjanjikan satu hal yang tak dapat seorangpun bayangkan..
Mari kita kembalikan kepada-Nya…
Dia Yang Maha Pengatur, dengan segala keagungan-Nya menuntut kita untuk selalu bersabar dalam setiap penantian…..
Lagi-lagi untuk sebuah alasan….
Entah apa…!!!
solekha
Bijaksana
Kesakitan membuat anda berfikir
Pikiran membuat anda bijaksana
bijaksana membuat kita bertahan dalam HIDUP..
Kebahagiaan
Keberuntungan bukannya tanpa sengaja tapi lebih karena proses yang baik
Kebahagiaan bukan hanya melulu karena ukuran atau harga,
namun lebih karena hati senang tanpa terbebani
Biasakanlah..
Biasakanlah untuk berfikir bahwa sukses itu hanya tinggal selangkah lagi
dan pasti akan diraih
niscaya masa depan yang cerah akan ada di depan anda
Langganan:
Postingan (Atom)








