Tujuan hidup adalah sebuah ketetapan yang mendasari semua rencana dan kerja kita, dan yang menjadi penjaga arah perjalanan.
Ketika Sunnah Dianggap Anneh
Mungkin pernah diantara saudara kita yang patuh thd sunnah mempunyai pengalaman / percakapan seperti ini :
A : Mas nya ini aliran apa sih mas kok pakai celana cingkrang gitu...?? Jenggot dibiarin panjang lagi...
B : Saya Islam tanpa embel-embel Mas... smile
A : Iya saya tau Islam. Tapi Islam apa...??
B : Ya Islam saja mas... smile
A : Maksud saya Islam yang seperti apa..? Aliran apa...??
B : (-_-) Nggak ada alirannya mas...
A : Bukan..., kan celana mas cingkrang jenggot panjang, nggak kayak kebanyakan orang... Itu Islam aliran apa gitu loh mas...??
B : ( -_-) Saya tanya balik ya mas... Mas nya Islam juga kan...??
A : Iya saya islam.
B : Mas nya aliran apa kok celananya panjang banget sampek nyapu lantai gitu...?? Jenggot habis sampai klimis gitu...??
A : "......???
-
Hhmm... Banyak yang ngaku islam... Tapi kok merasa anneh dengan sunnah ya...??
(-_-)
SERBA SALAH JADI ORANG AWAM (Njaluke kepiye?)
01. "Masak memberikan ucapan selamat Natal ke teman saya aja gak boleh, padahal aku gak ikut2an merayakannya kok, jadi yang boleh apa ???"
02. "Ya udah, kalo gak boleh mengucapkan selamat Natal, mendingan merayakan Tahun baru aja dech.."
03. "Haaah ??!! Merayakan tahun baru juga gak bolehh ???? Katanya itu hari rayanya orang nasrani ?? Jadi yang boleh apa donk ??? Ya udah, kalo gak boleh juga, aku gak akan merayakannya. Aku cuman niup terompet aja di malam tahun baru.."
04. "Nah lhooo ??! Niup terompet juga gak boleh ?? Katanya itu tasyabbuh (mengikuti) orang yahudi.. Hhmm... Ini salah, itu salah, ya udah, aku merayakan tahun baru islam saja yaitu tahun baru hijriyah, gak salah lagi dah, hehe.."
05. "Busyet daaaah !!? Merayakan tahun baru islam juga gak boleh ????? Katanya itu mengada-ada dan tidak pernah dilakukan Nabi sama Sahabat2nya. Koq jadi serba salah semuanya ??!! Jadi yang benar apa donk ???? Ok, kalo merayakan tahun baru islam gak boleh, aku akan merayakan hari rayanya umat islam aja, yaitu hari raya idul fithri, kebangetan kalo gak boleh juga !! Aku akan takbiran konvoi keliling kota sambil pukul beduk di hari raya itu !!!"
06. "Jreeeennggggg ?????? Gak boleh juga ???? Koq semuanya serba gak boleh ??? Ini gak boleh, itu gak boleh, mana yang benar ??? Koq susah amat mau beramal aja. Entar aku gak mau beramal sama sekali lho !!!!"
(Maaf saudara2, nomornya diloncatin ya, hehe..)
99. "Alhamdulillah.. Setelah aku banyak menuntut ilmu, akhirnya aku tahu sekarang mana yang benar dan mana yang salah.. Inilah hidayah dari Allaah, sehingga aku bisa merasakan manisnya iman.. Aku sekarang tahu kenapa dulu aku gak boleh beramal ini dan itu.. Aku sekarang tahu kenapa gak boleh konvoi dan takbiran keliling kota, kita cukup merayakannya dengan sederhana saja sesuai syari'at. Masyaa Allaah, ternyata Islam itu sederhana kok, tinggal nurut dan ikut aja sama tuntunan shahiih. Inilah hikmahnya jika kita banyak menuntut ilmu yang syar’i dan sesuai sunnah.. Padahal agama ini sangat mudah jika kita mengetahuinya."
Allaah subhanahu wa ta’ala berfirman :
“Katakanlah: ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (Az-Zumar:9).
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :
“Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan padanya, maka dia akan dipahamkan/difaqihkan dalam (urusan) agama.” (HR. Bukhari )
Hanya pada Allaah kita memohon petunjuk..
[Taken from : Abu Fahd]
PERBEDAAN SALAFI DENGAN WAHABI
(Buat yang gak bisa bedakan mana wahabi dan mana manhaj salaf)
Pendiri Wahabi adalah Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum wafat 211 H. Bukan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab wafat 1206 H
Sebenarnya, Al-Wahabiyah merupakan firqah sempalan Ibadhiyah khawarij
yang timbul pada abad ke 2 (dua) Hijriyah (jauh sebelum masa Syaikh
Muhammad bin Abdul Wahab), yaitu sebutan Wahabi nisbat kepada tokoh
sentralnya Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum yang wafat tahun 211
H. Wahabi merupakan kelompok yang sangat ekstrim kepada ahli sunnah,
sangat membenci syiah dan sangat jauh dari Islam.
Untuk
menciptakan permusuhan di tengah Umat Islam, kaum Imperialisme dan kaum
munafikun memancing di air keruh dengan menyematkan baju lama (Wahabi)
dengan berbagai atribut penyimpangan dan kesesatannya untuk menghantam
dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab atau setiap dakwah mana saja yang
mengajak untuk memurnikan Islam. Karena dakwah beliau sanggup
merontokkan kebatilan, menghancurkan angan-angan kaum durjana dan
melumatkan tahta agen-agen asing, maka dakwah beliau dianggap sebagai
penghalang yang mengancam eksistensi mereka di negeri-negeri Islam.
Contohnya: Inggris mengulirkan isue wahabi di India, Prancis
menggulirkan isu wahabi di Afrika Utara, bahkan Mesir menuduh semua
kelompok yang menegakkan dakwah tauhid dengan sebutan Wahabi, Italia
juga mengipaskan tuduhan wahabi di Libia, dan Belanda di Indonesia,
bahkan menuduh Imam Bonjol yang mengobarkan perang Padri sebagai
kelompok yang beraliran Wahabi. Semua itu, mereka lakukan karena mereka
sangat ketakutan terhadap pengaruh murid-murid Syaikh Muhammad bin Abdul
Wahab yang mengobarkan jihad melawan Imperialisme di masing-masing
negeri Islam.
Tuduhan buruk yang mereka lancarkan kepada dakwah beliau hanya didasari tiga faktor:
1. Tuduhan itu berasal dari para tokoh agama yang memutarbalikkan
kebenaran, yang hak dikatakan bathil dan sebaliknya, keyakinan mereka
bahwa mendirikan bangunan dan masjid di atas kuburan, berdoa dan meminta
bantuan kepada mayit dan semisalnya termasuk bagian dari ajaran Islam.
Dan barangsiapa yang mengingkarinya dianggap membenci orang-orang shalih
dan para wali.
2. Mereka berasal dari kalangan ilmuwan namun
tidak mengetahui secara benar tentang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab
dan dakwahnya, bahkan mereka hanya mendengar tentang beliau dari pihak
yang sentimen dan tidak senang Islam kembali jaya, sehingga mereka
mencela beliau dan dakwahnya sehingga memberinya sebutan Wahabi.
3. Ada sebagian dari mereka takut kehilangan posisi dan popularitas
karena dakwah tauhid masuk wilayah mereka, yang akhirnya menumbangkan
proyek raksasa yang mereka bangun siang malam.
Dan barangsiapa
ingin mengetahui secara utuh tentang pemikiran dan ajaran Syaikh
Muhammad (Abdul Wahab) maka hendaklah membaca kitab-kitab beliau seperti
Kitab Tauhid, Kasyfu as-Syubhat, Usul ats-Tsalatsah dan Rasail beliau
yang sudah banyak beredar baik berbahasa arab atau Indonesia.
Penulis: Ustadz Zainal Abidin, Lc. Dan Artikel ini sebelumnya
dipublikasikan oleh Koran Republika, edisi Selasa, 25 Agustus
2009.Dipublikasi ulang oleh muslim.or.id dengan penambahan beberapa
catatan kecil.
http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html
FATWA AL-LAKHMI DITUJUKAN KEPADA WAHABI (ABDUL WAHHAB BIN ABDURRAHMAN
BIN RUSTUM) SANG TOKOH KHAWARIJ BUKAN KEPADA SYAIKH MUHAMMAD ABDUL WAHAB
Mengenai fatwa Al-Imam Al-Lakhmi yang dia mengatakan bahwa
Al-Wahhabiyyah adalah salah satu dari kelompok sesat Khawarij. Maka yg
dia maksudkan adalah Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum dan
kelompoknya bukan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para
pengikutnya. Hal ini karena tahun wafat Al-Lakhmi adalah 478 H sedangkan
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab wafat pada tahun 1206 H /Juni atau
Juli 1792 M. Amatlah janggal bila ada orang yg telah wafat namun
berfatwa tentang seseorang yg hidup berabad-abad setelahnya. Adapun
Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum maka dia meninggal pada tahun
211 H. Sehingga amatlah tepat bila fatwa Al-Lakhmi tertuju kepadanya.
Berikut Al-Lakhmi merupakan mufti Andalusia dan Afrika Utara dan fitnah
Wahhabiyyah Rustumiyyah ini terjadi di Afrika Utara. Sementara di masa
Al-Lakhmi hubungan antara Najd dgn Andalusia dan Afrika Utara amatlah
jauh. Sehingga bukti sejarah ini semakin menguatkan bahwa Wahhabiyyah
Khawarij yg diperingatkan Al-Lakhmi adl Wahhabiyyah Rustumiyyah bukan
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya. [Lihat kitab
Al-Mu’rib Fi Fatawa Ahlil Maghrib, karya Ahmad bin Muhammad
Al-Wansyarisi, juz 11.]
Penulis: Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Lc. Syariah Manhaji 24 – Maret – 2006 20:20:30
Perbedaan Da’wah Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum Dan Da’wah Syaikh Muhammad Abdul Wahhab
1.Da’wah Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum (Khawarij)
Khawarij adalah salah satu kelompok dari kaum muslimin yang
mengkafirkan pelaku maksiat (dosa besar), membangkang dan memberontak
terhadap pemerintah Islam, dan keluar dari jama’ah kaum muslimin.
Termasuk dalam kategori Khawarij, adalah Khawarij generasi awal
(Muhakkimah Haruriyah) dan sempalan-sempalannya, seperti al-Azariqah,
ash-Shafariyyah, dan an-Najdat –ketiganya sudah lenyap– dan al-Ibadhiyah
–masih ada hingga sekarang–. Termasuk pula dalam kategori Khawarij,
adalah siapa saja yang dasar-dasar jalan hidupnya seperti mereka,
seperti Jama’ah Takfir dan Hijrah. Atas dasar ini, maka bisa saja
Khawarij muncul di sepanjang masa, bahkan betul-betul akan muncul pada
akhir zaman, seperti telah diberitakan oleh Rasulullah.
“Pada
akhir zaman akan muncul suatu kaum yang usianya rata-rata masih muda dan
sedikit ilmunya. Perkataan mereka adalah sebaik-baik perkataan manusia,
namun tidaklah keimanan mereka melampaui tenggorokan Maksudnya, mereka
beriman hanya sebatas perkataan tidak sampai ke dalam hatinya – red.
Mereka terlepas dari agama; maksudnya, keluar dari ketaatan – red
sebagaimana terlepasnya anak panah dari busurnya. Maka di mana saja
kalian menjumpai mereka, bunuhlah! Karena hal itu mendapat pahala di
hari Kiamat.” (HR. Al Bukhari no. 6930, Muslim no. 1066)
Lihat kelengkapannya Di sini
http://alqiyamah.wordpress.com/2008/06/22/khawarij-bahaya-laten-bagi-kaum-muslimin/
2. Da’wah Syaikh Muhammad Abdul Wahhab (Ahlussunnah Wal Jama’ah)
Alangkah baiknya kami paparkan terlebih dahulu penjelasan singkat
tentang hakikat dakwah yang beliau serukan. Karena hingga saat ini ‘para
musuh’ dakwah beliau masih terus membangun dinding tebal di hadapan
orang-orang awam, sehingga mereka terhalang untuk melihat hakikat dakwah
sebenarnya yang diusung oleh beliau.
Syaikh berkata,
“Segala puji dan karunia dari Allah, serta kekuatan hanyalah bersumber
dari-Nya. Sesungguhnya Allah ta’ala telah memberikan hidayah kepadaku
untuk menempuh jalan lurus, yaitu agama yang benar; agama Nabi Ibrahim
yang lurus, dan Nabi Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang
musyrik. Alhamdulillah aku bukanlah orang yang mengajak kepada ajaran
sufi, ajaran imam tertentu yang aku agungkan atau ajaran orang filsafat.
Akan tetapi aku mengajak kepada Allah Yang tiada sekutu bagi-Nya, dan
mengajak kepada sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang
telah diwasiatkan kepada seluruh umatnya. Aku berharap untuk tidak
menolak kebenaran jika datang kepadaku. Bahkan aku jadikan Allah, para
malaikat-Nya serta seluruh makhluk-Nya sebagai saksi bahwa jika datang
kepada kami kebenaran darimu maka aku akan menerimanya dengan lapang
dada. Lalu akan kubuang jauh-jauh semua yang menyelisihinya walaupun itu
perkataan Imamku, kecuali perkataan Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa
sallam karena beliau tidak pernah menyampaikan selain kebenaran.” (Kitab
ad-Durar as-Saniyyah: I/37-38).
“Alhamdulillah, aku termasuk
orang yang senantiasa berusaha mengikuti dalil, bukan orang yang
mengada-adakan hal yang baru dalam agama.” (Kitab Muallafat Syaikh
Muhammad bin Abdul Wahab: V/36).
Lihat kelengkapannya di sini
http://muslim.or.id/manhaj/buku-putih-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahab-1.html
http://muslim.or.id/manhaj/buku-putih-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahab-2.html
http://muslim.or.id/aqidah/inilah-aqidah-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahhab.html
Jadi ternyata Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab bukan wahabi dan wahabi
bukan dari Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Akan tetapi Wahabi dari
Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum
Demikian pula ternyata Salafy bukan wahabi dan wahabi bukan Salafy karena berbeda dalam Aqidah dan Manhaj
Dan negara Kerajaan Saudi Arabia bukan negara wahabi. Akan tetapi Negara Islam yang Bermanhaj Salaf
Dan Jika Kami (Salafi) Masih dituduh Wahabi maka saksikanlah kami adalah (Salafi) Wahabi yang Bermanhaj Salaf
Sumber : http://bantahansalafytobat.wordpress.com/2011/03/14/perbedaan-wahabi-dan-salafy/
FAKTA MAULID
Seorang penceramah berkata dalam perayaan maulid :
"Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad, marilah kita jadikan
peringatan ini sebagai momentum untuk senantiasa meneladani
sunnah-sunnah Nabi Muhammad..."
Jama'ah : "ustadz, maap menyela dikit. Mau tanya, apa betul peringatan Maulid Nabi ntu sunnah Rosul..??"
Penceramah : "Ya bukan seh. Tapi kan ini baik (hasanah) pak.."
Jama'ah : "Tapi ustadz tadi bilang kalo Melalui peringatan Maulid Nabi
Muhammad, marilah kita jadikan peringatan ini sebagai momentum untuk
senantiasa meneladani sunnah-sunnah Nabi Muhammad, tapi kata ustadz
Maulid Nabi bukan sunnah Rosul. Mau meneladani sunnah yang mana ustadz,
lha wong sampean justru demen yang bukan sunnah Rosul. Ah ustadz nih,
gak konsisten.."
Penceramah : "Tuink tuink.."
_______________http://khansa.heck.in/fakta-maulid.xhtml
FAKTA MAULID :
[1] Ketika kita memperbincangkan masalah Maulid, antara pro, kontra,
dan tawaqquf [no pro no kontra just nyimax], biasanya ada yang nyeletuk :
"Hare gene masih ributin Maulid ?? Hadeehh...."
Padahal.. Yang ribut atau yang paling ribut atau yang tukang ribut
adalah teman-teman yang Maulid-an, terutama di Kuburan Keramat..
[2] Maulid itu, sekali lagi, adalah bid'ah hasanah !! (kata mereka).
Bid'ah = Mengada-ada dalam agama = Jelek
Hasanah = Bagus
Jelek tapi bagus ?? Kontradiktif, gak ??
Nah.. Biar tidak berbenturan, kita simpulkan bahwa :
Bid'ah Hasanah = Jelek Yang Dibagus-bagusi
Jadi : "Maulid Nabi adalah kejelekan yang dibagus-bagusi, atau yang
dianggap bagus atau YANG BISA DIGANTI namanya supaya terkesan bagus."
[3] Maulid itu menciptakan 'keberkahan' tersendiri. Dan ini relatif
menguntungkan bagi para penjual kopiah, biji tasbih, CD, dan peniaga
lainnya. Tapi, yang paling diuntungkan tentu saja para pebisnis
religius, baik itu ustadz / habib / kyai / ulama yang menjadikan Maulid
ladang meraup keuntungan finansial atau pamor, baik dengan cara menitip
nomor rekening, atau menggelar acara yang requiring sumbangan atau infaq
[baca: iuran faqsa] bagi pengikutnya..
Tak ketinggalan.. Juga
para penjaga kuburan keramat. Mereka akan gagah di malam Maulid-an.
Sebentar lagi duit mengalir deras. Kalau perlu, main tipu-tipu sedikit,
baik dengan cara menaruh kendi, bejana, atau semacamnya berisi air
kembang, mengklaim keberkahan, atau jualan kitab kecil wiridan yang
dibisniskan. Berkah, bukan ??
[4] Maulid itu bahasa ndeso-nya :
"BIRTHDAY". Demi Birthday, banyak yang rela safar, bahkan sampai jauh
gak masalah.. Tapi, demi shalat jama'ah yang jelas diperintahkan,
sedikit sekali. Memang.. Kalau yang namanya bid'ah terangkat, sunnah
bakal turun.. Bahkan yang wajib pun tak jarang ikutan turun..
Maulid ?? Napa gak pakai lilin sekalian ?? Nanti jam 12 malam tiup lilin bareng2.. Kan BIRTHDAY ??
[5] Tidak dipungkiri lagi, bahwa mafsadat dan madharat banyak sekali
terkandung dalam perayaan Maulid. Tapi, masa bodoh lah dengan yang
namanya bid'ah, syirik, tasyabuh, khurafat, dan lainnya. Yang penting :
having fun, bisa keluar rumah, rame-rame nongkrong, makan-makan, dan
tentu saja : "Cinta Nabi"
Cinta Nabi ????
Cinta Nabi
tapi ternyata tidak cinta sunnah Nabi. Saking cintanya terhadap Nabi,
dan tidak cintanya pada sunnah Nabi, akhirnya melakukan bid'ah hasanah..
[6] Dalih Nabi berpuasa hari Senin, dikatakan sebagai perayaan hari kelahiran Nabi. Emeng keseng !!
Lucunya :
a. Kawan-kawan pro-Maulid tidak pernah menyinggung masalah puasa Senin-Kamis..
b. Kenapa tidak pada Maulid-an setiap hari Senin ?? Kok cuma setahun sekali ?? Hayooo kenapa ??
Oh iya, saya lupa, namanya juga Hari Ulang Tahun.
[7] Dikatakan, kita yang mempermasalahkan Maulid dan bid'ah, adalah pemecah belah !!
Padahal.. Ada "teori" begini :
"Sesuatu yang asalnya mulus, pecah disebabkan kedatangan sesuatu yang memecahkannya setelah kemulusannya."
Syariat Islam asalnya mulus dan murni.. Lalu datanglah bid'ah yang
menggores kemulusannya. Pelaku bid'ah lah yang menjadikannya tergores
dan terpecah-belah..
Syariat Islam asalnya tidak mengenal
perayaan Maulid Nabi. Lalu.. Latanglah Maulid Nabi, sesuatu yang baru.
Dengan kedatangannya, protes di sana-sini. Disebabkan Maulid, perpecahan
terjadi..
Nah lho.. Siapa sebenernya yang pemecah belah ????
[8] Jika satu keburukan dilakukan, ditakutkan bercabang dan melahirkan keburukan baru. Dan itulah yang terjadi pada Maulid..
Maulid itu buruk.. eehh... Hasanah dink Lalu tumbuhlah amalan-amalan baru lainnya :
Seperti wiridan bareng2, bahkan seringnya di depan kuburan keramat..
Karena tidak puas wiridan di atas tanah dan tikar, akhirnya kuburannya dibuat seperti kamar pengantin dan berlantai kinclong..
Tidak puas hanya wiridan bareng2, didatangkanlah gendang dan rebana..
Tidak puas dengan itu, dibawalah speaker dan sound system..
Tak puas dengan musiknya, lalu ditambah badan goyang2, joget2..
Tidak puas dengan itu, lama-lama saya yakin :
Kalian bisa jadi akan jadi seperti orang gila..
Dan bukan sebuah hot news jika seorang sufi bertingkah selayaknya orang gila dan kehilangan akal..
Bahkan Al-Imam Asy-Syafi’i mengatakan :
"Aku tidak pernah melihat seorang shufi yang berakal. Seorang yang
telah bersama kaum shufiyah selama 40 hari, tidak mungkin kembali
akalnya." (Lihat Mukhalafatush Shufiyah lil Imam Asy-Syafi’i 9 hal.
13-15)
Baca disini ttg apa kata para ulama ttg sufi : http://khansa.heck.in/celaan-para-ulama-terhadap-shufiyah.xhtml
[9] Sebagian peraya Maulid tidak tahu apa-apa.. Sebagian tidak mau tahu
apa-apa.. Sebagian tahu tapi berkata : "Trus.. Lo mau apa ??" Sebagian
sudah tahu tapi tak peduli apa-apa.. Dan semoga Allah memberi petunjuk
pada semuanya, tak terkecuali kita..
[10] Maulid itu adalah
bentuk Natal dengan cover Islami. Jikalau Natal dinamai Maulid, maka
sah-sah saja. Atau bahkan nama Maulid lebih cocok untuk Natal. Karena
keduanya sama-sama :
"Memperingati/merayakan Hari Lahir Nabi"
Lucunya, sebagian ulama tarikh [sejarah] tidak menyatakan Nabi lahir
tanggal 12 Rabi'ul Awwal. Dan... Beliau wafat kapan, btw ?? Baca ini : http://khansa.heck.in/maulid-nabi-merayakan-kelahiran-atau-kem.xhtml
Maulid itu adalah bentuk Natal dengan cover Islami. Masalah buat umat Islam ?? MASALAH
Wallahu Ta'ala A'lam Bish showaab..
Langganan:
Postingan (Atom)

